MAKNA YANG TERKANDUNG PADA BULAN SHAFAR


MAKNA YANG TERKANDUNG PADA BULAN SHAFAR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pendahuluan

Bulan Shafar (صَفَر) adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, kata ṣafar bermakna kosong. Sebagian ahli bahasa menjelaskan bahwa masyarakat Arab menamainya demikian karena rumah-rumah mereka menjadi kosong ketika mereka keluar untuk berdagang, berperang, atau bepergian. Ada pula yang mengaitkannya dengan kata safar yang berarti bepergian.

Namun, Islam tidak menetapkan keutamaan khusus maupun kesialan pada bulan Shafar. Rasulullah ﷺ justru menghapus keyakinan jahiliyah yang menganggap bulan Shafar sebagai bulan sial.

Dalil Larangan Meyakini Kesialan Bulan Shafar

Hadis Rasulullah ﷺ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya:

"Dalam Islam tidak ada penularan (yang berdiri sendiri tanpa izin Allah), tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kepercayaan terhadap burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar."
(HR. Al-Bukhari no. 5757 dan Muslim no. 2220).

Hadis ini menegaskan bahwa anggapan bulan Shafar sebagai bulan pembawa sial adalah keyakinan yang harus ditinggalkan.


Makna yang Dapat Dipetik dari Bulan Shafar

Walaupun tidak ada ibadah khusus pada bulan Shafar, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang baik.

1. Kosongkan Diri dari Penyakit Aqidah

Seorang muslim hendaknya membersihkan aqidah dari syirik, khurafat, tahayul, ramalan, dan segala bentuk keyakinan yang bertentangan dengan tauhid.

Firman Allah Ta'ala

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa': 48)


2. Kosongkan Diri dari Penyakit Qalbu

Penyakit hati seperti riya', hasad, sombong, dendam, ujub, dan cinta dunia harus dibersihkan agar hati menjadi bersih.

Firman Allah Ta'ala

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya:

"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara': 88–89)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya:

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


3. Pergi dan Bersungguh-sungguh Bekerja serta Beribadah

Jika kata safar dimaknai sebagai bepergian, maka ia mengingatkan kita agar bersemangat mencari rezeki yang halal sekaligus memperbanyak amal ibadah.

Firman Allah Ta'ala

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:

"Apabila salat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah: 10)

Allah juga berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya:

"Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kalian, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kalian akan dibangkitkan." (QS. Al-Mulk: 15)


Penutup

Bulan Shafar bukanlah bulan kesialan sebagaimana keyakinan masyarakat jahiliyah. Justru bulan ini dapat menjadi momentum untuk:

  • Membersihkan aqidah dari segala bentuk kesyirikan.
  • Membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin.
  • Meningkatkan semangat bekerja mencari rezeki yang halal dan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memiliki aqidah yang lurus, hati yang bersih, dan amal yang diterima.


Footnote

  1. Al-Qur'an Surah An-Nisa' ayat 48.
  2. Al-Qur'an Surah Asy-Syu'ara' ayat 88–89.
  3. Al-Qur'an Surah Al-Jumu'ah ayat 10.
  4. Al-Qur'an Surah Al-Mulk ayat 15.
  5. Shahih Al-Bukhari no. 5757; Shahih Muslim no. 2220.
  6. Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim tentang hadis "segumpal daging (qalbu)".

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama