KUBURIYYUN: BISNIS PENGHASIL CUAN MENJUAL AKIDAH

Edisi Khusus: Kajian Tauhid dan Penyimpangan Aqidah

KUBURIYYUN: BISNIS PENGHASIL CUAN MENJUAL AKIDAH

Telaah Ilmiah dalam Perspektif Tauhid Ahlussunnah wal Jamā‘ah

Oleh: DRS. HAMZAH JOHAN


A. PENGERTIAN JUDUL (تَعْرِيفُ الْعُنْوَانِ)

1. Kubūriyyūn (قُبُورِيُّوْنَ)

Secara bahasa berasal dari kata: قَبْرٌ (kubur), yaitu tempat dikuburkannya mayit.
Adapun secara istilah:
قُبُورِيُّوْنَ adalah orang-orang yang berlebihan (الغُلُوّ) terhadap kuburan, menjadikannya sebagai tempat ibadah, sarana mencari berkah, bahkan sebagai perantara (وَسِيلَة) dalam berdoa kepada selain Allah.

2. Bisnis Penghasil Cuan

Yaitu aktivitas ekonomi yang menjadikan kuburan, ritual ziarah yang menyimpang, dan praktik-praktik syirik sebagai sumber keuntungan materi (مَكَاسِبُ مَادِّيَّة).

3. Menjual Akidah (بَيْعُ الْعَقِيْدَةِ)

Maknanya adalah menukar kemurnian tauhid dengan keuntungan dunia, dengan cara memanfaatkan kebodohan umat dalam perkara agama.


B. FENOMENA KUBURIYYUN DALAM REALITAS UMAT

1. الغُلُوُّ فِي الْقُبُوْرِ (Berlebih-lebihan terhadap Kuburan)

Kuburan tidak lagi sekadar tempat pengingat kematian, tetapi berubah menjadi:

  • Tempat meminta hajat
  • Tempat mencari keberkahan
  • Tempat ritual khusus

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا
“Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan.”

2. اتِّخَاذُ الْقُبُوْرِ مَسَاجِدَ (Menjadikan Kuburan sebagai Tempat Ibadah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.”


C. MODUS BISNIS KUBURIYYUN (أَسَالِيْبُ الِاسْتِغْلَالِ)

1. تَجَارَةُ التَّبَرُّكِ (Perdagangan Berkah)

Menjual:

  • Air “berkah”
  • Tanah kuburan
  • Minyak “keramat”

2. تَسْوِيْقُ الْخُرَافَاتِ (Memasarkan Khurafat)

Cerita-cerita palsu tentang:

  • Karomah kubur
  • Mimpi bertemu wali
  • Kisah “ajaib” tanpa dalil

3. الِاسْتِغْلَالُ الدِّيْنِيُّ (Eksploitasi Agama)

Menjadikan:

  • Doa sebagai jasa berbayar
  • Ritual sebagai paket ekonomi

D. DALIL-DALIL LARANGAN SYIRIK DAN KULTUS KUBUR

1. Al-Qur’an

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya selain Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)


وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ
“Dan janganlah engkau berdoa kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepadamu.”
(QS. Yunus: 106)


2. Hadits Nabi ﷺ

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah.”


E. BAHAYA AQIDAH (خَطَرُهُ عَلَى الْعَقِيْدَةِ)

1. الشِّرْكُ الْأَكْبَرُ (Syirik Besar)

Mengalihkan ibadah kepada selain Allah.

2. إِفْسَادُ التَّوْحِيْدِ (Merusak Tauhid)

Tauhid menjadi tercampur dengan khurafat dan bid‘ah.

3. تَضْلِيْلُ الْأُمَّةِ (Menyesatkan Umat)

Umat diarahkan pada kesyirikan yang dibungkus agama.


F. MOTIF EKONOMI DI BALIK KUBURIYYUN

1. حُبُّ الدُّنْيَا (Cinta Dunia)

Mengutamakan keuntungan materi daripada keselamatan akhirat.

2. الطَّمَعُ (Keserakahan)

Memanfaatkan kebodohan umat demi keuntungan pribadi.

3. تِجَارَةُ الدِّيْنِ (Memperdagangkan Agama)

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا
“Dan janganlah kalian menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.”
(QS. Al-Baqarah: 41)


G. SOLUSI SYAR‘IYYAH (الْحُلُوْلُ الشَّرْعِيَّةُ)

1. تَحْقِيْقُ التَّوْحِيْدِ

Memurnikan ibadah hanya kepada Allah.

2. نَشْرُ الْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ

Menyebarkan ilmu tauhid dan sunnah.

3. مُحَارَبَةُ الْبِدَعِ وَالشِّرْكِ

Meluruskan praktik-praktik menyimpang.


H. PENUTUP (الْخَاتِمَةُ)

Fenomena Kubūriyyūn bukan sekadar kesalahan ibadah, tetapi telah berkembang menjadi industri yang merusak aqidah umat. Ketika kuburan dijadikan ladang bisnis, maka yang dijual bukan sekadar jasa, melainkan iman dan tauhid.

Seorang muslim wajib berhati-hati, kembali kepada kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.


FOOTNOTE

  1. Tafsir QS. Al-Jinn: 18 – Larangan berdoa kepada selain Allah
  2. HR. Bukhari dan Muslim tentang larangan menjadikan kubur sebagai masjid
  3. Tafsir QS. Yunus: 106 – Larangan meminta kepada selain Allah
  4. HR. Tirmidzi – Wasiat Nabi tentang tauhid
  5. Tafsir QS. Al-Baqarah: 41 – Larangan menjual ayat Allah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama