BEKERJA DAN MENJABAT DALAM ISLAM TUJUANNYA BERIBADAH

BULETIN DAKWAH ILMIAH KONTEMPORER
Edisi Khusus: Etos Kerja dan Amanah dalam Islam

BEKERJA DAN MENJABAT DALAM ISLAM TUJUANNYA BERIBADAH

Telaah Aqidah, Niat, dan Realitas Praktik dalam Perspektif Syariat

Oleh: DRS. HAMZAH JOHAN


A. PENGERTIAN JUDUL

Judul ini mengandung tiga konsep utama dalam Islam, yaitu:

  1. الْعَمَلُ (al-‘amal): segala bentuk aktivitas manusia, baik fisik maupun non-fisik.
  2. الْمَنْصِبُ (al-manṣib): jabatan atau kedudukan yang mengandung amanah dan tanggung jawab.
  3. الْعِبَادَةُ (al-‘ibādah): segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan, lahir maupun batin.

Dengan demikian, bekerja dan menjabat dalam Islam bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi merupakan bagian dari ibadah apabila dilandasi dengan niat yang benar (النِّيَّةُ الصَّالِحَةُ) dan dilakukan sesuai syariat.


B. LANDASAN SYAR’I TENTANG BEKERJA SEBAGAI IBADAH

1. Perintah Bekerja dalam Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”
(QS. At-Taubah: 105)

Ayat ini menegaskan bahwa bekerja adalah perintah langsung dari Allah, dan setiap amal akan diawasi serta dinilai.


2. Niat sebagai Penentu Nilai Amal

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. البخاري ومسلم)

Ini menunjukkan bahwa bekerja bisa bernilai ibadah atau sebaliknya menjadi dosa, tergantung pada niat dan cara pelaksanaannya.


3. Larangan Berbuat Curang dan Khianat

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu.”
(QS. Al-Anfāl: 27)


C. REALITAS: NIAT IBADAH VS PRAKTIK MENYIMPANG

Ironi yang terjadi di tengah masyarakat:

  • نِيَّةُ الْعِبَادَةِ (niat ibadah) sering diklaim dalam bekerja.
  • Namun praktiknya diwarnai oleh:
    • الرِّشْوَةُ (risywah): suap
    • الْغُلُولُ (ghulūl): penggelapan
    • الْغِشُّ (ghisy): kecurangan
    • الظُّلْمُ (ẓulm): kezaliman

Fenomena yang disebut secara populer sebagai “gasak, gesek, dan gosok” adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap amanah.


D. ANALISIS AQIDAH DAN AKHLAK

1. Hakikat Amanah dalam Jabatan

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. البخاري ومسلم)

Jabatan bukan kehormatan semata, tetapi ujian berat (ابْتِلَاءٌ عَظِيمٌ).


2. Bahaya Khianat dalam Pekerjaan

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.”
(QS. إبراهيم: 42)

Setiap bentuk penyimpangan pasti akan dibalas, baik di dunia maupun di akhirat.


3. Konsep Hisab (Perhitungan Amal)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
(QS. الزلزلة: 7–8)


E. DAMPAK NEGATIF PENYIMPANGAN DALAM BEKERJA

  1. Hilangnya keberkahan (الْبَرَكَةُ)
  2. Rusaknya sistem sosial dan ekonomi
  3. Munculnya ketidakadilan (الظُّلْمُ)
  4. Ancaman azab di akhirat (الْعَذَابُ الْأُخْرَوِيُّ)

F. SOLUSI ISLAMI: MENGEMBALIKAN MAKNA IBADAH DALAM KERJA

1. Meluruskan Niat (تَصْحِيحُ النِّيَّةِ)

Bekerja semata-mata karena Allah.

2. Menjaga Amanah (أَدَاءُ الْأَمَانَةِ)

Tidak menyalahgunakan jabatan.

3. Menegakkan Kejujuran (الصِّدْقُ)

Dalam transaksi, laporan, dan keputusan.

4. Meningkatkan Rasa Takut kepada Allah (تَقْوَى اللَّهِ)

Merasa diawasi dalam setiap aktivitas.


G. PENUTUP

Bekerja dan menjabat dalam Islam adalah ladang ibadah yang luas. Namun, ketika niat tidak diiringi dengan praktik yang benar, maka ibadah berubah menjadi dosa.

Setiap bentuk “gasak, gesek, dan gosok” bukan sekadar pelanggaran hukum manusia, tetapi juga pengkhianatan terhadap Allah yang Maha Adil.

Kesadaran akan الحِسَابُ (hisab) dan الْجَزَاءُ (balasan) harus menjadi pengendali utama dalam setiap aktivitas kerja dan jabatan.


FOOTNOTE

  1. Tafsir Ibnu Katsir, QS. At-Taubah: 105
  2. Shahih al-Bukhari, Kitab Bad’ul Wahy
  3. Tafsir Al-Qurthubi, QS. Al-Anfal: 27
  4. Shahih Muslim, Kitab Imarah
  5. Tafsir Ibnu Katsir, QS. Ibrahim: 42
  6. Tafsir Jalalain, QS. Az-Zalzalah: 7–8


Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama