SAYA BERSYUKUR HIDUP MELIHAT NEGARA ADI KUASA JATUH KARENA KESOMBONGAN DAN KEZALIMAN


 BULETIN DAKWAH ILMIAH KONTEMPORER

Edisi Tafakkur Umat & Ibrah Peradaban


SAYA BERSYUKUR HIDUP MELIHAT NEGARA ADI KUASA JATUH KARENA KESOMBONGAN DAN KEZALIMAN

Telaah ‘Aqīdah, Sunnatullāh, dan Pelajaran Sejarah dalam Perspektif Islam

Oleh: DRS. HAMZAH JOHAN


A. PENGERTIAN JUDUL

Judul ini mengandung beberapa istilah penting yang perlu dipahami secara ilmiah:

  1. Syukur (الشُّكْرُ)
    Secara bahasa: pengakuan atas nikmat dengan ketundukan.
    Secara istilah:
    اِعْتِرَافُ النِّعْمَةِ مَعَ الثَّنَاءِ عَلَى الْمُنْعِمِ وَاسْتِعْمَالِهَا فِي طَاعَتِهِ
    “Mengakui nikmat, memuji Pemberinya, dan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya.”

  2. Negara Adi Kuasa (الدَّوْلَةُ الْعُظْمَى)
    Yaitu negara yang memiliki dominasi politik, ekonomi, militer, dan budaya di dunia.

  3. Kesombongan (الْكِبْرُ)
    بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
    “Menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)

  4. Kezaliman (الظُّلْمُ)
    وَضْعُ الشَّيْءِ فِي غَيْرِ مَحَلِّهِ
    “Meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.”


B. SUNNATULLĀH DALAM KEHANCURAN KEKUASAAN

Dalam Islam, jatuh bangunnya suatu kekuasaan bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari سُنَّةُ اللَّهِ فِي الْكَوْنِ (hukum Allah di alam semesta).

1. Kesombongan adalah sebab kehancuran

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
“Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong, karena engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.”
(QS. Al-Isrā’: 37)

Kesombongan negara, pemimpin, atau peradaban adalah tanda awal kehancuran.


2. Kezaliman mempercepat kehancuran

Allah ﷻ berfirman:

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
“Demikianlah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab negeri-negeri yang zalim. Sungguh azab-Nya sangat pedih dan keras.”
(QS. Hūd: 102)

➡️ Ini menunjukkan bahwa kezaliman sistemik akan mengundang kehancuran kolektif.


3. Pergiliran kekuasaan adalah ketetapan Allah

Allah ﷻ berfirman:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
“Dan hari-hari (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia.”
(QS. Āli ‘Imrān: 140)

➡️ Tidak ada kekuasaan yang abadi, termasuk negara adidaya sekalipun.


C. IBRAH DARI SEJARAH PERADABAN

Sejarah mencatat kehancuran berbagai peradaban besar karena kesombongan dan kezaliman:

1. Fir‘aun (فِرْعَوْنُ)

Simbol kekuasaan absolut dan kesombongan:

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
“Maka dia berkata: Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
(QS. An-Nāzi‘āt: 24)

➡️ Akhirnya dihancurkan oleh Allah di laut.


2. Kaum ‘Ād (قَوْمُ عَادٍ)

Peradaban kuat dan maju:

مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً
“Siapa yang lebih kuat dari kami?”
(QS. Fuṣṣilat: 15)

➡️ Dihancurkan oleh angin topan.


3. Kaum Ṡamūd (ثَمُودُ)

Ahli teknologi dan arsitektur:

➡️ Dihancurkan oleh suara petir karena kezaliman.


D. SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MELIHAT KEHANCURAN KEKUASAAN

1. Bersyukur dengan penuh kesadaran tauhid

Syukur bukan sekadar gembira, tetapi menyadari:

أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُدَبِّرُ لِلْكَوْنِ
“Bahwa Allah-lah yang mengatur seluruh alam.”


2. Mengambil pelajaran (الِاعْتِبَارُ)

Allah ﷻ berfirman:

فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
“Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan.”
(QS. Al-Ḥasyr: 2)


3. Tidak larut dalam kebencian atau ghuluw

Islam melarang sikap berlebihan:

➡️ Tidak boleh menjadikan kehancuran orang lain sebagai ajang kesombongan baru.


4. Muhasabah diri dan umat

➡️ Jangan sampai umat Islam mengulang kesalahan yang sama:

  • الْكِبْرُ (kesombongan)
  • الظُّلْمُ (kezaliman)
  • الْفَسَادُ (kerusakan)

E. PERINGATAN: JANGAN MERASA AMAN DARI AZAB ALLAH

Allah ﷻ berfirman:

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A‘rāf: 99)

➡️ Ini berlaku untuk semua bangsa dan umat.


F. KESIMPULAN

  1. Kehancuran kekuasaan adalah bagian dari سُنَّةُ اللَّهِ
  2. Kesombongan (الْكِبْرُ) dan kezaliman (الظُّلْمُ) adalah sebab utama kehancuran
  3. Sejarah adalah bukti nyata berulangnya pola tersebut
  4. Seorang Muslim harus:
    • Bersyukur (الشُّكْرُ)
    • Mengambil pelajaran (الِاعْتِبَارُ)
    • Bermuhasabah (الْمُحَاسَبَةُ)
  5. Tidak ada kekuasaan yang abadi selain kekuasaan Allah ﷻ

FOOTNOTE

  1. Tafsir Ibnu Katsir, QS. Hūd: 102
  2. Shahih Muslim, Kitab al-Īmān (definisi kesombongan)
  3. Tafsir Al-Qurṭubi, QS. Āli ‘Imrān: 140
  4. Tafsir As-Sa‘di, QS. Al-Ḥasyr: 2
  5. Tafsir Ath-Thabari, QS. Al-A‘rāf: 99


Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama