HUKUM ZAKAT FITRAH BAGI BAYI YANG LAHIR PADA MALAM IDUL FITRI

HUKUM ZAKAT FITRAH BAGI BAYI YANG LAHIR PADA MALAM IDUL FITRI


A. Pendahuluan

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim pada akhir bulan Ramadhan sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dan sebagai bantuan bagi fakir miskin pada hari raya. Persoalan bayi yang lahir pada malam Idul Fitri menjadi perbincangan ulama karena berkaitan dengan kapan waktu mulai wajibnya zakat fitrah.

Jika bayi lahir sebelum waktu wajib zakat fitrah, maka ia termasuk orang yang wajib dizakati. Sebaliknya jika lahir setelah waktu wajib tersebut, maka ia tidak terkena kewajiban zakat fitrah.


B. Dalil Kewajiban Zakat Fitrah

Dasar kewajiban zakat fitrah adalah hadis sahih berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْحُرِّ وَالْعَبْدِ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha‘ kurma atau satu sha‘ gandum atas setiap muslim, baik merdeka maupun hamba, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984)

Hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah mencakup semua muslim termasuk anak kecil. Namun ulama berbeda pendapat mengenai kapan waktu mulai wajibnya zakat fitrah, sehingga terjadi perbedaan hukum bagi bayi yang lahir pada malam Idul Fitri.


C. Pendapat Jumhur Ulama

(Maliki, Syafi‘i, Hanbali)

1. Waktu Wajib Zakat Fitrah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fitrah mulai wajib ketika matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan (masuk malam Idul Fitri).

Imam An-Nawawi berkata:

تَجِبُ زَكَاةُ الْفِطْرِ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ مِنْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ

“Zakat fitrah menjadi wajib ketika matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan.”
(Al-Majmū‘ Syarh al-Muhadzdzab, 6/103)

Imam Ibn Qudamah juga menjelaskan:

وَوَقْتُ وُجُوبِهَا غُرُوبُ الشَّمْسِ مِنْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ

“Waktu wajib zakat fitrah adalah ketika matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan.”
(Al-Mughni, 3/90)

2. Dalil Pendapat Jumhur

Para ulama jumhur berdalil bahwa zakat ini disebut zakat fitrah dari Ramadhan, sehingga kewajibannya berkaitan dengan akhir Ramadhan.

Hadis Nabi ﷺ:

أَغْنُوهُمْ عَنِ الطَّوَافِ فِي هَذَا الْيَوْمِ

“Cukupkanlah kebutuhan mereka (orang miskin) pada hari ini.”
(HR. Ad-Daraquthni)

Hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah bertujuan mencukupi fakir miskin pada hari Idul Fitri sehingga kewajibannya terjadi ketika Ramadhan berakhir.

3. Hukum Bayi yang Lahir Malam Idul Fitri

Imam An-Nawawi menjelaskan:

مَنْ وُلِدَ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ لَيْلَةَ الْفِطْرِ لَمْ تَلْزَمْهُ زَكَاةُ الْفِطْرِ

“Bayi yang lahir setelah terbenam matahari pada malam Idul Fitri tidak wajib zakat fitrah.”
(Al-Majmū‘, 6/103)

Demikian pula dalam kitab Al-Mughni:

فَإِنْ وُلِدَ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ لَيْلَةَ الْفِطْرِ فَلَا فِطْرَةَ عَلَيْهِ

“Jika bayi lahir setelah terbenam matahari malam Idul Fitri maka tidak ada zakat fitrah atasnya.”
(Al-Mughni, 3/90)

Kesimpulan Pendapat Jumhur

  • Bayi lahir sebelum maghrib akhir Ramadhan → wajib zakat fitrah
  • Bayi lahir setelah maghrib malam Idul Fitri → tidak wajib zakat fitrah

Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama dan yang diikuti masyarakat Indonesia (mazhab Syafi‘i).


D. Pendapat Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi memiliki pendapat berbeda mengenai waktu wajib zakat fitrah.

1. Waktu Wajib Zakat Fitrah

Menurut mazhab Hanafi, zakat fitrah menjadi wajib ketika terbit fajar pada hari Idul Fitri.

Imam Al-Kasani berkata:

تَجِبُ صَدَقَةُ الْفِطْرِ بِطُلُوعِ فَجْرِ يَوْمِ الْفِطْرِ

“Zakat fitrah wajib ketika terbit fajar pada hari Idul Fitri.”
(Bada'i‘ al-Shana'i‘, 2/74)

Pendapat ini juga disebutkan dalam:

  • Al-Hidayah fi Syarh Bidayat al-Mubtadi
  • Fath al-Qadir karya Ibn al-Humam

2. Dalil Mazhab Hanafi

Mereka berdalil dengan hadis:

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ

“Siapa yang menunaikannya sebelum shalat Id maka itu zakat yang diterima.”
(HR. Abu Dawud)

Menurut mereka, hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah berkaitan langsung dengan hari raya, sehingga waktu wajibnya dimulai pada fajar hari Idul Fitri hingga sebelum shalat Id.

3. Hukum Bayi yang Lahir Malam Idul Fitri

Berdasarkan prinsip tersebut:

  • Bayi lahir sebelum fajar Idul Fitri → wajib zakat fitrah
  • Bayi lahir setelah fajar Idul Fitri → tidak wajib

Karena itu menurut mazhab Hanafi, bayi yang lahir jam 7 malam malam Idul Fitri masih wajib dizakati.


E. Perbandingan Pendapat Ulama

Waktu Lahir Bayi Jumhur Ulama Mazhab Hanafi
Sebelum maghrib akhir Ramadhan Wajib zakat Wajib
Setelah maghrib malam Idul Fitri Tidak wajib Wajib
Setelah fajar Idul Fitri Tidak wajib Wajib hinga sebelum Shalat Id.

F. Kesimpulan Fatwa

Perbedaan pendapat ini terjadi karena perbedaan ulama dalam menentukan waktu mulai wajibnya zakat fitrah.

  1. Jumhur Ulama (Maliki, Syafi‘i, Hanbali)
    Waktu wajib zakat fitrah adalah maghrib akhir Ramadhan.
    Maka bayi yang lahir setelah maghrib malam Idul Fitri tidak wajib zakat fitrah.

  2. Mazhab Hanafi
    Waktu wajib zakat fitrah adalah fajar hari Idul Fitri.
    Maka bayi yang lahir sebelum fajar Idul Fitri tetap wajib zakat fitrah.



Referensi Ulama

  1. An-Nawawi, Al-Majmū‘ Syarh al-Muhadzdzab, Juz 6.
  2. Ibn Qudamah, Al-Mughni, Juz 3.
  3. Al-Kasani, Bada'i‘ al-Shana'i‘, Juz 2.
  4. Ibn Rusyd, Bidayatul Mujtahid, Juz 1.
  5. Ibn al-Humam, Fath al-Qadir, Juz 2.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama