Hukum Zakat Fithrah bagi Orang Fakir


Hukum Zakat Fithrah bagi Orang Fakir

(Fatwa dan Pendapat Ulama dengan Referensi)

1. Pengertian Fakir dalam Fiqh

Dalam terminologi fiqh, fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau penghasilan yang mencukupi kebutuhan pokok dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya.

Imam An-Nawawi menjelaskan:

الفَقِيرُ هُوَ الَّذِي لَا يَجِدُ شَيْئًا أَصْلًا أَوْ يَجِدُ بَعْضَ كِفَايَتِهِ

“Fakir adalah orang yang tidak memiliki apa pun, atau memiliki sesuatu tetapi tidak mencukupi kebutuhannya.”

(An-Nawawi, Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, 6/190)

Karena itu, status fakir berkaitan erat dengan kemampuan mencukupi kebutuhan dasar hidup.


A. Hukum Zakat Fithrah bagi Fakir

Para ulama sepakat bahwa zakat fithrah hanya wajib bagi orang yang memiliki kelebihan makanan pada malam dan hari Idul Fithri.

Dalil utamanya adalah hadis:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْحُرِّ وَالْعَبْدِ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fithrah satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas setiap muslim; merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar.”

(HR. Al-Bukhari no. 1503, Muslim no. 984)

Namun kewajiban ini dibatasi oleh kemampuan.


B. Jika Fakir Tidak Memiliki Makanan Cukup

1. Tidak Wajib Zakat Fithrah

Mayoritas ulama (jumhur) menyatakan:

Orang fakir yang tidak memiliki kelebihan makanan pada malam dan hari Idul Fitri tidak wajib zakat fithrah.

Dalil kaidah syariat:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.”

(QS. Al-Baqarah: 286)

Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi berkata:

وَإِنَّمَا تَجِبُ زَكَاةُ الْفِطْرِ عَلَى مَنْ مَلَكَ فَاضِلًا عَنْ قُوتِ يَوْمِهِ وَلَيْلَتِهِ

“Zakat fithrah hanya wajib bagi orang yang memiliki kelebihan dari makanan untuk dirinya pada hari dan malam Idul Fitri.”

(An-Nawawi, Al-Majmū‘, 6/113)

Imam Ibnu Qudamah berkata:

مَنْ لَا يَجِدُ فَضْلًا عَنْ قُوتِهِ وَقُوتِ عِيَالِهِ لَا فِطْرَةَ عَلَيْهِ

“Siapa yang tidak memiliki kelebihan dari makanan untuk dirinya dan keluarganya maka tidak ada zakat fithrah atasnya.”

(Al-Mughnī, 3/87)


C. Jika Fakir Memiliki Makanan Cukup Sehari

Apabila seseorang fakir tetapi memiliki makanan cukup untuk hari raya, maka terjadi perbedaan pendapat.

1. Pendapat Jumhur Ulama

Jika tidak ada kelebihan makanan, maka tidak wajib zakat fithrah.

Mazhab yang berpendapat demikian:

  • Maliki
  • Syafi'i
  • Hanbali

Referensi:

  • An-Nawawi, Al-Majmu' 6/113
  • Ibnu Qudamah, Al-Mughni 3/87
  • Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu 3/2054

2. Pendapat Sebagian Ulama: Tetap Mengeluarkan Jika Bisa

Sebagian sahabat menganjurkan orang fakir tetap mengeluarkan zakat fithrah jika mampu, walaupun sedikit.

Riwayat dari Ibnu Umar:

أَغْنُوهُمْ عَنْ الطَّوَافِ فِي هَذَا الْيَوْمِ

“Cukupkanlah mereka (orang miskin) pada hari ini agar tidak meminta-minta.”

(HR. Ad-Daraquthni)

Maksudnya: agar semua orang bisa ikut bergembira pada hari raya.


D. Jika Fakir Menerima Zakat Fithrah

Jika seorang fakir menerima zakat fithrah sebelum shalat Id, para ulama menjelaskan dua kemungkinan:

1. Jika yang diterima lebih dari kebutuhannya

Ia boleh mengeluarkan zakat fithrah dari harta tersebut.

2. Jika hanya cukup untuk makan

Ia tidak wajib zakat fithrah.

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan:

فَإِنْ أُعْطِيَ مَا يَفْضُلُ عَنْ قُوتِهِ وَقُوتِ عِيَالِهِ وَجَبَتْ عَلَيْهِ

“Jika ia diberi harta yang melebihi kebutuhan makan dirinya dan keluarganya maka wajib atasnya zakat fithrah.”

(Al-Mughni, 3/87)


E. Hikmah Syariat

Zakat fithrah disyariatkan untuk:

  1. Membersihkan orang yang berpuasa
  2. Mencukupi kebutuhan orang miskin di hari raya

Dalilnya:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fithrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dan makanan bagi orang miskin.”

(HR. Abu Dawud no. 1609)

Karena itu orang fakir menjadi penerima zakat, bukan orang yang dibebani kewajiban.


Kesimpulan Hukum

  1. Orang fakir yang tidak memiliki makanan cukup pada hari Idul Fitri tidak wajib zakat fithrah.
  2. Jika memiliki kelebihan makanan dari kebutuhan hari raya, maka wajib zakat fithrah.
  3. Jika menerima zakat fithrah dan menjadi cukup, ia boleh mengeluarkan zakat dari kelebihan tersebut.
  4. Hikmah zakat fithrah adalah membahagiakan orang miskin pada hari raya.

Wallahu a'lam bish shawab

Drs. Hamzah Johan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama