Sambut Ramadhan dengan Ilmu


🌙 Sambut Ramadhan dengan Ilmu

(Materi Kultum Tarawih Ramadhan – Versi Ilmiah dengan Dalil & Footnote)


I. Mukadimah

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah ﷻ yang mempertemukan kita dengan bulan yang agung, bulan Ramadhan—bulan Al-Qur’an, bulan taqwa, bulan pendidikan ruhani. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita ﷺ, keluarga dan para sahabatnya.

Jamaah Tarawih yang dirahmati Allah,

Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga momentum ilmiah. Ibadah yang benar harus dibangun di atas ilmu. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah; dengan ilmu, ibadah menjadi cahaya.


II. Ilmu Sebelum Amal: Prinsip Qur’ani

Allah ﷻ berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ
“Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu.”
(QS. Muhammad: 19)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini mendahulukan ilmu sebelum amal. Imam Imam al-Bukhari bahkan memberi judul bab dalam Shahih-nya:

باب العلم قبل القول والعمل
*“Bab Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan.”*¹

Artinya, sebelum kita berpuasa, tarawih, zakat, dan i’tikaf—kita harus memahami ilmunya.


III. Ramadhan: Sekolah Taqwa Berbasis Ilmu

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Taqwa tidak lahir dari rutinitas, tetapi dari pemahaman. Puasa tanpa ilmu bisa sekadar menahan lapar; puasa dengan ilmu melahirkan kesadaran spiritual.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يَرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah akan memahamkannya dalam agama.”²

Maka tanda kebaikan Ramadhan kita adalah bertambahnya pemahaman agama.


IV. Ilmu tentang Puasa: Agar Tidak Sia-Sia

Rasulullah ﷺ bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”³

Mengapa? Karena kurangnya ilmu tentang hakikat puasa: menjaga lisan, pandangan, dan hati.

Imam Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tingkatan:

  1. Puasa umum (menahan makan dan minum)
  2. Puasa khusus (menahan anggota tubuh dari maksiat)
  3. Puasa khususul khusus (menjaga hati dari selain Allah)

Semua tingkatan ini hanya bisa diraih dengan ilmu.


V. Ramadhan dan Al-Qur’an: Ilmu yang Menghidupkan

Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an disebut hudan (petunjuk), bukan sekadar bacaan. Maka Ramadhan adalah bulan tadabbur dan penguatan literasi Qur’ani.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”⁴

Belajar berarti memahami, bukan hanya melafalkan.


VI. Ilmu Menuntun Kualitas Tarawih

Dalam hadits disebutkan:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menghidupkan Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”⁵

Kata iman menunjukkan pemahaman. Ihtisab berarti sadar akan nilai pahala. Tarawih tanpa ilmu hanya gerakan; tarawih dengan ilmu menjadi penghapus dosa.


VII. Praktik Menyambut Ramadhan dengan Ilmu

  1. Menghadiri majelis ilmu tentang fiqh puasa.
  2. Memahami rukun, syarat, dan pembatal puasa.
  3. Memperbaiki niat berdasarkan pemahaman syar’i.
  4. Menjadikan masjid sebagai pusat pembelajaran.
  5. Menguatkan budaya membaca dan tadabbur Al-Qur’an.

Sebagaimana nasihat para sahabat, mereka mempelajari iman sebelum Al-Qur’an; lalu ketika turun Al-Qur’an, bertambahlah iman mereka.


VIII. Penutup

Jamaah sekalian,

Ramadhan adalah madrasah. Ilmu adalah fondasinya. Tanpa ilmu, Ramadhan menjadi rutinitas tahunan. Dengan ilmu, Ramadhan menjadi transformasi kehidupan.

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita tahun ini sebagai Ramadhan yang penuh ilmu, taqwa, dan keberkahan.

اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا
“Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan berilah manfaat atas ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami.”

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


📚 Footnote

  1. Sahih al-Bukhari, Kitab al-‘Ilm, Bab al-‘Ilm Qabla al-Qaul wa al-‘Amal.
  2. HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
  3. HR. Imam Ahmad dan Ibn Majah.
  4. HR. Imam al-Bukhari.
  5. HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

Wallahu a'lam

Drs. Hamzah Johan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama