RAMADHAN BULAN LITERASI MENGGAPAI TAKWA


RAMADHAN BULAN LITERASI MENGGAPAI TAKWA


(Kultum Tarawih ±7 Menit)

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, washshalātu wassalāmu ‘alā Sayyidinā Muhammad, wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn.

Jamaah Tarawih rahimakumullāh,

Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, bulan ilmu, bulan peradaban. Karena itu Ramadhan sejatinya adalah bulan literasi—bulan membaca, memahami, dan mengamalkan wahyu untuk menggapai takwa.

Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).¹

Dan tujuan puasa ditegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).²

Maka literasi di bulan Ramadhan bukan sekadar membaca teks, tetapi jalan menuju takwa.


Apa Itu Literasi?

Secara umum, literasi adalah kemampuan membaca, memahami, merenungkan, dan mengamalkan ilmu secara benar dan bertanggung jawab. Dalam perspektif Islam, literasi dimulai dari wahyu pertama:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1).³

Perintah “Iqra’” bukan hanya membaca teks, tetapi membaca kehidupan dengan bimbingan Rabb.


Pembagian Literasi dalam Islam

1. Literasi Qauliyah (Teks Wahyu)

Yaitu membaca dan memahami ayat-ayat Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Allah ﷻ berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?” (QS. An-Nisā’: 82).⁴

Ramadhan adalah momentum tadarus, tadabbur, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam akhlak. Orang yang literat secara qauliyah tidak hanya fasih membaca, tetapi juga lurus pemahaman dan kuat pengamalan.


2. Literasi Kauniyah (Tanda-Tanda Alam)

Yaitu membaca ayat-ayat Allah di alam semesta.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal.” (QS. Āli ‘Imrān: 190).⁵

Puasa melatih kita membaca diri: lapar mengajarkan empati, dahaga mengajarkan syukur, waktu mengajarkan disiplin. Inilah literasi kauniyah—membaca hikmah di balik ciptaan Allah.


3. Literasi Ijtima‘iyyah (Sosial)

Yaitu kemampuan membaca realitas sosial dan membangun peradaban yang adil dan berakhlak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
_“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”_⁶

Orang yang literat secara sosial mampu memahami kondisi umat, peduli terhadap fakir miskin, bijak dalam bermedia, serta menghadirkan solusi, bukan provokasi.


Keutamaan Orang yang Literat

  1. Diangkat derajatnya oleh Allah

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11).⁷

  1. Dimudahkan jalan menuju surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
_“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”_⁸

  1. Memiliki rasa takut (khasyah) yang benar kepada Allah

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fāthir: 28).⁹

Sebaliknya, kurang literasi melahirkan sikap mudah terprovokasi, fanatik tanpa dalil, dan jauh dari hikmah.


Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ramadhan adalah madrasah literasi. Mari kita hidupkan:

  • Tadarus Al-Qur’an setiap hari.
  • Membaca dan mengkaji ilmu yang shahih.
  • Merenungi ciptaan Allah.
  • Menguatkan kepedulian sosial.

Karena literasi sejati bukan hanya cerdas akal, tetapi juga lembut hati dan lurus amal. Dari literasi lahirlah kesadaran, dari kesadaran lahirlah takwa.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita hamba-hamba yang literat dan bertakwa. Āmīn.


Footnote

  1. QS. Al-Baqarah: 185.
  2. QS. Al-Baqarah: 183.
  3. QS. Al-‘Alaq: 1.
  4. QS. An-Nisā’: 82.
  5. QS. Āli ‘Imrān: 190.
  6. HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu‘jam Al-Awsath; hasan.
  7. QS. Al-Mujādilah: 11.
  8. HR. Muslim no. 2699.
  9. QS. Fāthir: 28.

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama