MEMBANGUN OPTIMISME MENJALANI KEHIDUPAN
(Kultum Tarawih Ramadhan ±7 Menit)
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan pengampunan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah tarawih rahimakumullāh,
Hidup ini adalah perjalanan ujian. Ada suka dan duka, lapang dan sempit, sehat dan sakit. Namun seorang mukmin tidak pernah kehilangan optimisme, karena ia yakin bahwa Allah ﷻ selalu bersama hamba-Nya.
1. Optimisme Adalah Perintah Iman
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman.”
(QS. Āli ‘Imrān: 139)¹
Ayat ini turun saat kaum muslimin mengalami ujian berat. Namun Allah menanamkan optimisme: jangan lemah, jangan putus asa. Selama iman ada di dada, harapan selalu terbuka.
2. Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Dalam kehidupan, terkadang dosa dan kegagalan membuat seseorang merasa tidak layak berharap. Padahal Allah ﷻ berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)²
Ramadhan adalah bulan membangun kembali optimisme. Sebesar apa pun dosa, pintu taubat tetap terbuka.
3. Ujian Adalah Jalan Menuju Kebaikan
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka itu baik baginya. Jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar maka itu baik baginya.”
(HR. Muslim)³
Inilah fondasi optimisme seorang mukmin: apa pun yang terjadi, pasti mengandung kebaikan jika dihadapi dengan iman.
4. Berprasangka Baik kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)⁴
Jika kita berprasangka baik kepada Allah, yakin bahwa Allah menyiapkan masa depan terbaik, maka Allah akan membukakan jalan. Optimisme adalah bagian dari husnuzhan kepada Allah.
5. Ramadhan: Madrasah Optimisme
Ramadhan melatih kita:
- Lapar → yakin maghrib akan tiba.
- Lelah → yakin pahala dilipatgandakan.
- Doa → yakin dikabulkan.
Allah ﷻ berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Asy-Syarḥ: 5–6)⁵
Ayat ini diulang dua kali sebagai penegasan: satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan.
Penutup
Jamaah rahimakumullāh,
Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum membangun optimisme:
- Optimis dalam taubat.
- Optimis dalam rezeki.
- Optimis dalam mendidik keluarga.
- Optimis dalam memperbaiki umat.
Karena orang beriman tidak pernah kalah oleh keadaan. Ia mungkin diuji, tetapi tidak pernah putus asa. Ia mungkin jatuh, tetapi selalu bangkit.
Semoga Allah ﷻ memenuhi hati kita dengan harapan, keyakinan, dan semangat menjalani kehidupan.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Footnote:
- Al-Qur’an Surah Āli ‘Imrān ayat 139.
- Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53.
- HR. Muslim No. 2999.
- HR. Bukhari No. 7405; Muslim No. 2675.
- Al-Qur’an Surah Asy-Syarḥ ayat 5–6.
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar