PUASA DAN 3 KESALIHAN


🕌 PUASA DAN 3 KESALIHAN

(Versi Ceramah Kultum Tarawih ±7 Menit)

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, wash-shalātu was-salāmu ‘alā asyrafil anbiyā’i wal-mursalīn, Sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana membentuk tiga kesalihan utama:

  1. Salih secara pribadi (ṣāliḥ nafsī)
  2. Salih secara sosial (ṣāliḥ ijtimā‘ī)
  3. Salih secara spiritual (ṣāliḥ rūḥī)

Allah Ta‘ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”¹

Tujuan akhir puasa adalah takwa, dan takwa melahirkan tiga dimensi kesalihan tersebut.


1️⃣ Kesalihan Pribadi (Ṣāliḥ Nafsī)

Puasa mendidik kita menjadi pribadi yang jujur, sabar, dan mampu mengendalikan diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، فَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa adalah perisai. Maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada yang memerangi atau mencacinya, hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”²

Puasa adalah tameng dari dosa. Orang yang puasanya benar akan menjaga lisannya, matanya, dan seluruh anggota tubuhnya.

Inilah kesalihan pribadi: ketika tidak ada yang melihat, tetapi kita tetap jujur karena Allah melihat.


2️⃣ Kesalihan Sosial (Ṣāliḥ Ijtimā‘ī)

Puasa juga membangun kepedulian sosial. Lapar yang kita rasakan menyadarkan bahwa di luar sana ada saudara kita yang setiap hari merasakan lapar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.”³

Ramadhan adalah bulan zakat, infak, dan sedekah. Kesalihan sosial tampak ketika kita ringan membantu, peduli, dan berbagi.

Orang yang benar puasanya bukan hanya menahan diri dari makan, tetapi juga menahan diri dari menyakiti orang lain.


3️⃣ Kesalihan Spiritual (Ṣāliḥ Rūḥī)

Puasa memperkuat hubungan kita dengan Allah.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”⁴

Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Tidak ada yang tahu kecuali Allah dan hamba-Nya.

Kesalihan spiritual terlihat dari:

  • Khusyuknya shalat
  • Banyaknya tilawah Al-Qur’an
  • Istighfar dan doa yang terus mengalir

Allah juga berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”⁵

Ramadhan adalah momentum mendekatkan diri kepada Allah.


✨ Penutup

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Jika puasa kita hanya menghasilkan lapar dan haus, maka kita rugi. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”⁶

Semoga puasa kita melahirkan:
✔ Kesalihan pribadi
✔ Kesalihan sosial
✔ Kesalihan spiritual

Sehingga kita keluar dari Ramadhan menjadi insan bertakwa.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Footnote:

  1. QS. Al-Baqarah: 183
  2. HR. Al-Bukhari no. 1894; Muslim no. 1151
  3. HR. At-Tirmidzi no. 807
  4. HR. Al-Bukhari no. 1904; Muslim no. 1151
  5. QS. Al-Baqarah: 186
  6. HR. Ibnu Majah no. 1690

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama