BILANGAN TARAWIH MENURUT SUNNAH DAN SEJARAH - Pertimbangan Dakwah Kontemporer: Kondisi Pekerja Perkotaan


BILANGAN TARAWIH MENURUT SUNNAH DAN SEJARAH

Pertimbangan Dakwah Kontemporer: Kondisi Pekerja Perkotaan


🕌 Pengantar

Perbedaan jumlah rakaat Tarawih merupakan persoalan fiqh yang sudah ada sejak generasi awal Islam. Di sebagian masjid dilaksanakan 11 rakaat, di tempat lain 20 rakaat, bahkan dalam sejarah Islam pernah dikenal 36 rakaat.

Di era modern — khususnya masyarakat perkotaan — muncul realitas baru: ritme kerja yang tinggi, kelelahan fisik, waktu istirahat terbatas, dan mobilitas yang padat. Karena itu, kajian ilmiah tentang Tarawih perlu dipahami dengan pendekatan sunnah sekaligus hikmah dakwah yang realistis.


1️⃣ Hakikat Tarawih dalam Syariat

Tarawih adalah bagian dari قيام رمضان (Qiyam Ramadhan).

Dalil utama

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَّدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan (shalat malam) Ramadhan dengan iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

➡️ Hadis ini menekankan qiyam, bukan angka rakaat.


2️⃣ Bilangan Tarawih di Masa Nabi ﷺ

Hadis ‘Aisyah رضي الله عنها:

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Rasulullah ﷺ tidak menambah di Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat.”
(HR. al-Bukhari no. 2013; Muslim no. 738)

Penjelasan

  • Umumnya dipahami: 8 rakaat qiyam + 3 witir.
  • Bacaan Nabi sangat panjang dan khusyuk.
  • Ini menunjukkan model ideal, bukan pembatasan mutlak.

3️⃣ Hadis Pola Shalat 4-4-3

Riwayat ‘Aisyah:

يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا
“Beliau shalat empat rakaat — jangan ditanya indah dan panjangnya — kemudian empat rakaat lagi, lalu tiga rakaat.”
(HR. al-Bukhari no. 1147; Muslim no. 738)

Penjelasan Ulama

  • “Empat rakaat” dipahami empat rakaat satu salam, atau empat rakaat dua salam kemudian istirahat. 
  • Praktiknya boleh dilakukan empat rakaat satu salam atau empat rakaat dua salam.

4️⃣ Hadis Pola 2-2-2-2-3

Hadis yang menjadi kaidah:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat.”
(HR. al-Bukhari no. 990; Muslim no. 749)

➡️ Maka bentuk pelaksanaan:

2 + 2 + 2 + 2 + 3

Kesimpulan

  • 4-4-3 = penyebutan kelompok rakaat.
  • 2-2-2-2-3 = cara teknis pelaksanaan.
  • Keduanya sesuai sunnah.

5️⃣ Tarawih pada Masa Sahabat

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, umat dikumpulkan dalam satu jamaah.

Riwayat:

كَانُوا يَقُومُونَ فِي زَمَنِ عُمَرَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً

“Pada masa Umar mereka melaksanakan qiyam Ramadhan dua puluh rakaat.”
(al-Muwaththa’ Malik)

➡️ Ini menjadi dasar jumhur ulama.


6️⃣ Variasi Sejarah Bilangan Tarawih

Masa / Wilayah Jumlah
Nabi ﷺ 11 rakaat
Sahabat (masa Umar) 20 rakaat
Madinah (Mazhab Maliki) 36 rakaat
Sebagian salaf 11–13 rakaat

Syariat menunjukkan keluasan.


7️⃣ Pendapat Empat Mazhab

  • Hanafi → 20 rakaat
  • Maliki → 36 rakaat
  • Syafi’i → 20 rakaat
  • Hanbali → fleksibel

Tidak ada mazhab yang mengharamkan jumlah lain yang memiliki dasar.


8️⃣ Pertimbangan Dakwah Kontemporer: Kondisi Pekerja Perkotaan

Ini bagian penting dalam konteks masa kini.

Realitas sosial modern

Banyak jamaah:

  • bekerja sejak pagi hingga malam
  • menghadapi kemacetan dan stres tinggi
  • memiliki waktu istirahat terbatas
  • harus kembali bekerja esok hari

Jika Tarawih terlalu panjang, sebagian orang:

  • menjadi lelah berlebihan
  • enggan datang ke masjid
  • bahkan meninggalkan Tarawih sama sekali.

📖 Kaidah Syariat tentang Kemudahan

Allah berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan.”
(QS. al-Baqarah: 185)

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ
“Sesungguhnya agama ini mudah.”
(HR. al-Bukhari)


📊 Pendekatan Fiqh Dakwah

Sebagian ulama menjelaskan:

  • Bila bacaan panjang → rakaat sedikit.
  • Bila jamaah banyak dan beragam → bacaan diringankan.

Ibnu Taymiyyah:

Banyak atau sedikitnya rakaat bergantung maslahat jamaah.


🌆 Implikasi Praktis untuk Kota Modern

Maka secara fiqh dan dakwah:

✔ Boleh memilih rakaat minimal (misalnya 8 + 3).
✔ Boleh dengan bacaan pendek demi kemudahan jamaah.
✔ Tujuannya agar masyarakat tetap hadir dan konsisten.

Prinsipnya:

إِدَامَةُ الْعِبَادَةِ خَيْرٌ مِنْ تَرْكِهَا
Menjaga kontinuitas ibadah lebih baik daripada memberatkannya hingga ditinggalkan.


9️⃣ Keseimbangan Sunnah dan Realitas

Sunnah Nabi menunjukkan qiyam panjang, namun:

  • Rasulullah juga mempertimbangkan kondisi makmum.
  • Beliau pernah mempercepat shalat ketika mendengar tangisan anak.

➡️ Ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kemampuan jamaah.


🔟 Nilai Dakwah yang Perlu Dijaga

Perdebatan angka tidak boleh menghilangkan tujuan utama:

  • memakmurkan masjid
  • menjaga semangat ibadah
  • merangkul seluruh lapisan umat

1️⃣1️⃣ Kesimpulan Akhir Buletin

✔ Nabi ﷺ biasa shalat dengan pola yang disebut 4-4-3.
✔ Cara pelaksanaannya sah dengan pola 2-2-2-2-3.
✔ Sahabat melaksanakan 20 rakaat.
✔ Jumlah rakaat bersifat fleksibel.
✔ Dalam konteks pekerja perkotaan, rakaat minimal dan bacaan pendek dapat menjadi pilihan dakwah yang bijak.
✔ Yang utama adalah keberlangsungan qiyam dan persatuan umat.


📚 Footnote Referensi

  1. al-Bukhari no. 2013 — Hadis 11 rakaat.
  2. al-Bukhari no. 1147; Muslim no. 738 — Hadis 4-4-3.
  3. al-Bukhari no. 990; Muslim no. 749 — “Shalat malam dua rakaat dua rakaat.”
  4. Malik bin Anas, al-Muwaththa’, Bab Qiyam Ramadhan.
  5. an-Nawawi, al-Majmu’.
  6. Ibn Taymiyyah, Majmu’ al-Fatawa, 23/112.
  7. Ibn Qudamah, al-Mughni.

🌙 Penutup Dakwah

Tarawih bukan perlombaan jumlah rakaat, tetapi perjalanan ruhani menuju Allah. Dalam masyarakat modern yang penuh aktivitas, pendekatan yang memudahkan — tanpa meninggalkan dalil — adalah bagian dari hikmah dakwah.

Semoga Ramadhan menjadi bulan yang menghadirkan ibadah yang ringan di badan, namun berat di timbangan pahala.

Wallahu a'lam

Drs. Hamzah Johan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama