Anak durhaka (ʿuqūq al-wālidayn) dalam Islam, lengkap dengan dalil Al-Qur’an, hadits (teks Arab dan terjemahnya), serta pendapat ulama.
🕌 1. Pengertian Anak Durhaka
Durhaka kepada orang tua (ʿuqūq al-wālidayn) adalah perbuatan tidak patuh, menyakiti hati, menentang, atau merendahkan kedua orang tua dengan ucapan maupun perbuatan.
Padahal Allah telah mewajibkan berbakti (birr al-wālidayn) sebagai salah satu bentuk ketaatan besar setelah tauhid.
📖 2. Dalil Al-Qur’an
a. Surah Al-Isrā’ ayat 23–24
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا • وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.’”
(QS. Al-Isrā’: 23–24)
🟢 Makna:
Ayat ini menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua wajib, dan durhaka kepada mereka termasuk dosa besar.
b. Surah Luqmān ayat 14–15
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ ۖ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ • وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
Artinya:
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, maka janganlah engkau taati keduanya, namun pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik.”
(QS. Luqmān: 14–15)
🟢 Makna:
Sekalipun orang tua menyuruh kepada kemaksiatan, tidak boleh ditaati dalam hal maksiat, tapi tetap harus diperlakukan dengan hormat dan baik.
📜 3. Dalil Hadits Nabi ﷺ
a. Hadits tentang dosa besar durhaka kepada orang tua
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يُلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ»
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟
قَالَ: «يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ»
Artinya:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Termasuk dosa besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang melaknat kedua orang tuanya?”
Beliau menjawab: “Yaitu ketika seseorang mencaci ayah orang lain, lalu orang itu mencaci balik ayah dan ibunya.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
🟢 Makna:
Bahkan perbuatan yang secara tidak langsung menyebabkan orang tua dilaknat pun termasuk dosa besar.
b. Hadits tentang durhaka termasuk dosa besar setelah syirik
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا»
قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «بِرُّ الْوَالِدَيْنِ»
قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
(متفق عليه)
Artinya:
Abdullah bin Mas‘ud berkata: Aku bertanya kepada Nabi ﷺ,
“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”
Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”
Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
🟢 Makna:
Berbakti kepada orang tua lebih utama dari jihad jika tanpa izin mereka.
📚 4. Pendapat Para Ulama
a. Imam al-Dzahabi (dalam al-Kabā’ir)
“Durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar setelah syirik, karena Allah menyandingkan ketaatan kepada-Nya dengan kebaikan kepada orang tua dalam banyak ayat.”
b. Imam Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim)
“Durhaka kepada orang tua (ʿuqūq al-wālidayn) adalah setiap ucapan atau perbuatan yang menyakiti keduanya, baik secara langsung maupun tidak langsung, selama tidak dalam hal maksiat.”
c. Ibnu Hajar al-‘Asqalani
“Tidak disebut berbakti jika seseorang hanya sekadar menafkahi, tapi masih berbicara kasar atau meninggikan suara kepada orang tuanya. Itu termasuk bentuk durhaka.”
⚠️ 5. Akibat dan Bahaya Anak Durhaka
-
Dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Nabi ﷺ bersabda:«كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ فَإِنَّ اللَّهَ يُعَجِّلُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ»
(رواه الحاكم)
Artinya:
“Setiap dosa boleh jadi Allah tangguhkan hukumannya sampai hari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan siksa bagi pelakunya sebelum mati.”
(HR. al-Ḥākim) -
Tertutup pintu surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:«رَغِمَ أَنْفُهُ، رَغِمَ أَنْفُهُ، رَغِمَ أَنْفُهُ، قِيلَ: مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ»
(رواه مسلم)
Artinya:
“Celakalah, celakalah, celakalah! Siapa ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya dalam keadaan tua, namun tidak (dengan itu) masuk surga.”
(HR. Muslim)
🌿 Kesimpulan
- Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar setelah syirik.
- Berbakti kepada keduanya adalah jalan menuju surga.
- Ulama sepakat bahwa setiap bentuk perkataan kasar, membentak, atau menolak perintah mereka tanpa alasan syar’i termasuk ʿuqūq al-wālidayn (durhaka).
Contoh-contoh nyata anak durhaka dan bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua di zaman modern, lengkap dengan penjelasan dan landasan Islamnya.
⚠️ A. Contoh-Contoh Anak Durhaka di Zaman Modern
Durhaka tidak hanya dengan memukul atau mencaci, tapi juga dengan sikap dan ucapan yang menyakiti hati orang tua — meski dengan kata halus atau melalui media digital.
Berikut contohnya 👇
1. Membentak, meninggikan suara, atau berbicara kasar kepada orang tua
Dalil:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ... فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا
(الإسراء: 23)Artinya: “Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka.”
🟥 Contoh modern:
- Berteriak atau menjawab dengan nada tinggi di depan orang tua.
- Menegur orang tua dengan kasar saat mereka salah menggunakan HP, TV, atau aplikasi digital.
2. Membantah nasihat orang tua dengan sombong
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مِنَ الْكَبَائِرِ عُقُوقُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ»
(رواه البخاري)Artinya: “Termasuk dosa besar adalah seseorang durhaka kepada kedua orang tuanya.”
(HR. Bukhari)
🟥 Contoh modern:
- Menolak dinasehati dengan berkata: “Ayah/Ibu sudah tua, tidak paham zaman sekarang.”
- Menolak menikah, belajar, atau bekerja dengan cara baik tanpa menghormati alasan orang tua.
3. Membiarkan orang tua hidup susah padahal mampu membantu
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ»
(رواه ابن ماجه)Artinya: “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.”
(HR. Ibnu Mājah)
🟥 Contoh modern:
- Hidup mewah, tetapi membiarkan orang tua bekerja keras atau kekurangan.
- Tidak mengirim uang atau perhatian saat orang tua sakit atau tua.
4. Malu mengakui orang tua yang miskin, tua, atau tidak berpendidikan
Nabi ﷺ bersabda:
«لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا»
(رواه الترمذي)Artinya: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.”
(HR. Tirmidzi)
🟥 Contoh modern:
- Tidak mau memperkenalkan orang tua kepada teman karena merasa malu.
- Merendahkan mereka karena tidak bergaya modern atau tidak pandai teknologi.
5. Sibuk dengan gadget dan melupakan perhatian kepada orang tua
Nabi ﷺ bersabda:
«رَغِمَ أَنْفُهُ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ»
(رواه مسلم)
🟥 Contoh modern:
- Saat orang tua berbicara, anak malah sibuk main HP.
- Tidak mau mendengar curhatan orang tua karena asyik dengan media sosial.
6. Menyebarkan aib orang tua di media sosial
Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ»
(رواه مسلم)
🟥 Contoh modern:
- Mengeluh tentang “toxic parents” atau memposting keluhan tentang orang tua di media sosial.
- Menghina keputusan atau cara didik orang tua di depan umum.
7. Tidak mendoakan orang tua, terutama yang sudah wafat
Nabi ﷺ bersabda:
«إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ»
(رواه مسلم)Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
🟥 Contoh modern:
- Tidak pernah membacakan doa atau surat Yasin untuk orang tua yang telah wafat.
- Sibuk bekerja atau bermain hingga lupa mengenang jasa orang tua.
🌿 B. Contoh Anak yang Berbakti (Birrul Walidain)
1. Menyapa dan berbicara lembut
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Janganlah engkau berkata kasar kepada mereka, dan ucapkanlah perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Isrā’: 23)
✅ Menjawab dengan sopan, tidak memotong pembicaraan.
✅ Menggunakan kata-kata lembut seperti “Iya, Bu”, “Baik, Ayah”.
2. Membantu kebutuhan mereka
✅ Memberi nafkah, makanan, atau obat saat mereka sakit.
✅ Mengutamakan kenyamanan mereka daripada keinginan pribadi.
3. Mendoakan orang tua setiap hari
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.”
(QS. Al-Isrā’: 24)
✅ Bacakan doa ini dalam setiap shalat.
4. Menjaga nama baik dan kehormatan orang tua
✅ Tidak menyingkap aib keluarga di publik.
✅ Berperilaku baik agar mereka bangga.
5. Mengunjungi dan menemani mereka dengan kasih sayang
✅ Luangkan waktu, terutama jika mereka sudah tua dan sering kesepian.
✅ Ucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka.
6. Meminta restu dan doa dalam setiap urusan
✅ Sebelum menikah, bekerja, atau bepergian jauh.
✅ Karena doa orang tua adalah kunci keberkahan hidup.
Nabi ﷺ bersabda:
«دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ كَدَعْوَةِ النَّبِيِّ لِأُمَّتِهِ»
(رواه البزار)Artinya: “Doa orang tua untuk anaknya seperti doa Nabi untuk umatnya.”
💎 Kesimpulan Akhir
- Anak durhaka tidak hanya melawan secara fisik, tetapi juga melukai hati orang tua.
- Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah ibadah besar, sedangkan durhaka adalah dosa besar yang disegerakan hukumannya di dunia.
- Kebahagiaan, rezeki, dan keberkahan hidup banyak bergantung pada ridha orang tua.


Posting Komentar