HIKMAH BULAN ṢAFAR: Mengosongkan Hati dari Kesyirikan, Khurafat, dan Penyakit Hati

 

HIKMAH BULAN ṢAFAR

Mengosongkan Hati dari Kesyirikan, Khurafat, dan Penyakit Hati

Pengertian Bulan Ṣafar

Secara bahasa, Ṣafar (صَفَر) berarti kosong. Sebagian ahli bahasa dan sejarawan menjelaskan bahwa bulan ini dinamakan Ṣafar karena pada masa jahiliah masyarakat Arab meninggalkan kampung halaman untuk bepergian, berdagang, atau berperang sehingga perkampungan mereka menjadi kosong.

Islam tidak menjadikan nama bulan ini sebagai pertanda sial maupun pembawa musibah. Justru seorang muslim hendaknya mengambil hikmah dari makna "kosong", yaitu mengosongkan diri dari segala bentuk keburukan.

1. KOSONG DARI AQIDAH YANG RUSAK

Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa bulan Ṣafar adalah bulan yang membawa kesialan. Rasulullah ﷺ membatalkan keyakinan tersebut.

Dalil Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:

لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ

Artinya:

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: 'Tidak ada (keyakinan jahiliah bahwa penyakit menular dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada kepercayaan terhadap burung hantu (hāmah), dan tidak ada kesialan pada bulan Ṣafar.'"
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalil Al-Qur'an

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya:

"Katakanlah, 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah Allah tetapkan bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.'"
(QS. At-Taubah: 51)

Hikmah

  • Kosongkan hati dari syirik.
  • Kosongkan keyakinan terhadap tahayul, khurafat, dan ramalan.
  • Yakinlah bahwa manfaat dan mudarat hanya berada di tangan Allah semata.

2. KOSONG DARI PENYAKIT HATI

Bulan Ṣafar menjadi momentum untuk membersihkan hati dari penyakit batin yang merusak amal.

Firman Allah

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya:

"(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu'arā': 88–89)

Penyakit hati yang harus dikosongkan

  • Syirik.
  • Riya'.
  • Ujub.
  • Takabur.
  • Hasad (dengki).
  • Dendam.
  • Su'uzan.
  • Munafik.
  • Cinta dunia yang berlebihan.

Sabda Rasulullah ﷺ

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya:

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)


Hikmah Besar Bulan Ṣafar

Makna "kosong" hendaknya menjadi inspirasi untuk:

  • Mengosongkan aqidah dari syirik, khurafat, tahayul, dan segala bentuk keyakinan batil.
  • Mengosongkan hati dari penyakit-penyakit rohani.
  • Mengosongkan lisan dari dusta, ghibah, fitnah, dan namimah.
  • Mengosongkan diri dari maksiat dengan memperbanyak taubat.
  • Mengisi kehidupan dengan iman, ilmu, amal saleh, dzikir, doa, dan tawakal kepada Allah.

Seorang muslim tidak boleh menganggap bulan Ṣafar sebagai bulan sial. Semua hari, bulan, dan waktu adalah ciptaan Allah yang penuh keberkahan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Yang menentukan baik atau buruknya kehidupan bukanlah bulan, melainkan kualitas iman, amal saleh, dan ketakwaan seseorang kepada Allah سبحانه وتعالى.

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama