HIKMAH AKHIR BULAN MUHARRAM
Muhasabah Sebelum Memasuki Bulan Berikutnya
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Akhir bulan Muharram merupakan saat yang tepat untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Waktu terus berjalan, umur semakin berkurang, sedangkan kesempatan beramal semakin sedikit. Seorang mukmin hendaknya menjadikan pergantian bulan sebagai momentum memperbaiki iman, amal, dan akhlak.
1. Ingat Mati
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian." (HR. At-Tirmidzi)
Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang. Karena itu, orang yang cerdas adalah orang yang selalu mempersiapkan bekal sebelum dipanggil menghadap Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)
2. Jangan Berbuat Zalim
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Pada bulan-bulan haram ini, kaum muslimin diperintahkan untuk semakin menjauhi segala bentuk kezaliman.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا... مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)
Kezaliman bukan hanya menyakiti orang lain, tetapi juga bermaksiat kepada Allah, mengabaikan kewajiban, memutus silaturahim, memakan harta yang haram, dan berlaku tidak adil.
3. Berbekal Diri
Perjalanan menuju akhirat membutuhkan bekal terbaik, yaitu takwa.
Allah Ta'ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
"Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)
Bekal itu diwujudkan melalui:
- Memperbanyak taubat dan istighfar.
- Menjaga shalat lima waktu.
- Membaca Al-Qur'an setiap hari.
- Memperbanyak sedekah dan zakat.
- Menjalin silaturahim.
- Memperbanyak amal saleh sebelum datang penyesalan.
Penutup
Akhir Muharram bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi pengingat bahwa umur kita terus berkurang. Jadikan setiap pergantian waktu sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu mengingat kematian, menjauhi segala bentuk kezaliman, serta senantiasa mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Footnote:
"Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian." (HR. At-Tirmidzi)
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar