ORANG SEHAT ITU MENILAI SESUATU DENGAN POSITIVE THINKING


ORANG SEHAT ITU MENILAI SESUATU DENGAN POSITIVE THINKING

Kesehatan yang hakiki bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani dan pikiran. Orang yang sehat akan memandang kehidupan dengan penuh optimisme, husnuzan (berprasangka baik), serta mampu mengambil hikmah dari setiap peristiwa.

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berpikir positif, baik kepada Allah, kepada sesama manusia, maupun terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Sikap ini akan melahirkan ketenangan jiwa, memperkuat semangat hidup, dan menjaga kesehatan mental.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اجْتَÙ†ِبُوا ÙƒَØ«ِيرًا Ù…ِÙ†َ الظَّÙ†ِّ Ø¥ِÙ†َّ بَعْضَ الظَّÙ†ِّ Ø¥ِØ«ْÙ…ٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa."

(QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah ï·º bersabda:

Ù‚َالَ اللَّÙ‡ُ تَعَالَÙ‰: Ø£َÙ†َا عِÙ†ْدَ ظَÙ†ِّ عَبْدِÙŠ بِÙŠ

"Allah Ta'ala berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."

(HR. Al-Bukhari no. 7405 dan Muslim no. 2675)

Dalam hadis lain Rasulullah ï·º bersabda:

Ù„َا ÙŠَÙ…ُوتَÙ†َّ Ø£َØ­َدُÙƒُÙ…ْ Ø¥ِÙ„َّا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ ÙŠُØ­ْسِÙ†ُ الظَّÙ†َّ بِاللَّÙ‡ِ

"Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah."

(HR. Muslim no. 2877)

Sikap positive thinking akan melahirkan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Hati menjadi tenang dan tenteram.
  2. Mengurangi stres dan kecemasan.
  3. Mempererat ukhuwah dan persaudaraan.
  4. Menumbuhkan semangat dalam beribadah dan bekerja.
  5. Menjadikan seseorang lebih bijaksana dalam menghadapi masalah.

Sebaliknya, prasangka buruk, pesimisme, dan selalu melihat sisi negatif kehidupan dapat merusak kesehatan jiwa dan mengganggu hubungan sosial.

Marilah kita membiasakan diri untuk selalu berpikir positif, berprasangka baik kepada Allah dan sesama, serta mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Footnote: Seluruh dalil diambil dari Al-Qur'an dan hadis-hadis shahih.



Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama