HIKMAH AKHIR TAHUN 1447 H DAN AWAL TAHUN 1448 H

HIKMAH AKHIR TAHUN 1447 H DAN AWAL TAHUN 1448 H

Muqaddimah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan kepada kita sehingga dapat menyelesaikan perjalanan tahun 1447 Hijriah dan memasuki tahun baru 1448 Hijriah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dan kalender, tetapi momentum muhasabah (introspeksi), evaluasi diri, dan memperbarui komitmen untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, amal saleh, serta pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

1. Waktu Adalah Nikmat yang Sangat Berharga

Setiap pergantian tahun mengingatkan bahwa umur manusia terus berkurang. Hari-hari yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ﴾

Artinya:

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-'Ashr: 1–3)

Imam Asy-Syafi‘i رحمه الله berkata bahwa seandainya manusia merenungkan surat ini saja, niscaya sudah cukup sebagai pelajaran hidup. Tahun yang berlalu menjadi saksi apakah waktu kita digunakan untuk ketaatan atau justru terbuang sia-sia.

2. Muhasabah Diri Menjelang Tahun Baru

Seorang mukmin diperintahkan untuk selalu mengevaluasi dirinya.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ﴾

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)

Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri:

  • Sudahkah shalat kita semakin baik?
  • Sudahkah Al-Qur'an menjadi sahabat harian kita?
  • Sudahkah zakat, infak, dan sedekah kita meningkat?
  • Sudahkah akhlak kita semakin mulia?
  • Sudahkah kita menjadi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat?

Muhasabah adalah jalan menuju perbaikan diri yang berkelanjutan.

3. Memperbanyak Taubat dan Istighfar

Tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, menutup tahun dengan taubat merupakan amalan yang sangat mulia.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

Artinya:

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ»

Artinya:

“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim).¹

Tahun baru hendaknya diawali dengan hati yang bersih, penuh penyesalan atas dosa, dan tekad kuat untuk memperbaiki diri.

4. Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Kalender Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan menuju ketaatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»

Artinya:

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Al-Bukhari).²

Memasuki tahun 1448 H hendaknya menjadi momentum hijrah:

  • Dari malas menjadi rajin beribadah.
  • Dari maksiat menuju taat.
  • Dari keburukan menuju kebaikan.
  • Dari perpecahan menuju persatuan.
  • Dari pesimisme menuju optimisme.

5. Menyusun Target Amal Saleh Tahun 1448 H

Seorang mukmin harus memiliki cita-cita kebaikan yang jelas.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»

Artinya:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).³

Beberapa target yang dapat direncanakan:

  1. Menjaga shalat berjamaah.
  2. Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  3. Memperbanyak sedekah.
  4. Menjaga silaturahim.
  5. Menuntut ilmu syar'i secara rutin.
  6. Aktif dalam dakwah dan kegiatan sosial.
  7. Membantu kaum dhuafa dan mustahik.
  8. Menjadi pribadi yang lebih amanah dan profesional.

6. Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Tahun baru juga harus menjadi momentum memperkuat solidaritas umat.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ﴾

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, semangat berbagi, berzakat, berinfak, bersedekah, dan membantu sesama harus terus ditingkatkan agar keberkahan Allah turun kepada masyarakat.

Penutup

Akhir tahun 1447 H adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah, memperbanyak taubat, dan mensyukuri nikmat Allah. Awal tahun 1448 H adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, meningkatkan amal saleh, dan memperbanyak kontribusi bagi umat.

Jangan biarkan pergantian tahun hanya menjadi rutinitas tanpa makna. Jadikan setiap detik umur yang tersisa sebagai bekal menuju kehidupan akhirat yang abadi.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan tahun 1448 H sebagai tahun yang penuh keberkahan, kemajuan, persatuan umat, dan peningkatan ketakwaan bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Footnote

¹ HR. Muslim, Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du‘a, No. 2702.

² HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Iman, No. 10.

³ HR. Al-Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783.

────────────────────────

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama