AKTIVIS MASUK PEMERINTAH LANGKAH TEPAT MEWUJUDKAN IDEALISME MEMBELA RAKYAT

AKTIVIS MASUK PEMERINTAH LANGKAH TEPAT MEWUJUDKAN IDEALISME MEMBELA RAKYAT

Mukadimah

Aktivis pada hakikatnya adalah individu yang memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan masyarakat, memperjuangkan keadilan, serta berupaya menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik. Ketika seorang aktivis diberikan amanah untuk masuk ke dalam pemerintahan, hal tersebut bukanlah pengkhianatan terhadap perjuangan, melainkan salah satu jalan strategis untuk mewujudkan cita-cita dan idealisme dalam membela kepentingan rakyat secara lebih luas dan efektif.

Islam mengajarkan bahwa kekuasaan dan jabatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk menegakkan keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Aktivis dan Tanggung Jawab Perubahan

Perubahan sosial membutuhkan dua kekuatan sekaligus, yaitu kekuatan moral dari masyarakat dan kekuatan kebijakan dari pemerintah. Aktivis yang memiliki integritas dapat menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan negara.

Allah SWT berfirman:

Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ ÙŠَØ£ْÙ…ُرُ بِالْعَدْÙ„ِ ÙˆَالْØ¥ِØ­ْسَانِ ÙˆَØ¥ِيتَاءِ ذِÙŠ الْÙ‚ُرْبَÙ‰ٰ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat."
(QS. An-Nahl: 90)

Ayat ini menunjukkan bahwa keadilan merupakan prinsip utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Aktivis yang masuk ke pemerintahan memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan kebijakan yang adil dan berpihak kepada rakyat.

Kepemimpinan sebagai Amanah

Rasulullah SAW bersabda:

ÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ رَاعٍ ÙˆَÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ Ù…َسْئُولٌ عَÙ†ْ رَعِÙŠَّتِÙ‡ِ

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa jabatan bukanlah sarana mencari kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Oleh karena itu, aktivis yang memasuki pemerintahan harus tetap menjaga idealisme, integritas, dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.

Menjadi Agen Perubahan dari Dalam Sistem

Banyak persoalan masyarakat tidak cukup diselesaikan melalui kritik dan demonstrasi semata. Diperlukan kewenangan untuk merumuskan regulasi, mengalokasikan anggaran, serta mengawasi pelaksanaannya.

Allah SWT berfirman:

ÙˆَتَعَاوَÙ†ُوا عَÙ„َÙ‰ الْبِرِّ ÙˆَالتَّÙ‚ْÙˆَÙ‰ٰ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan."
(QS. Al-Maidah: 2)

Masuknya aktivis ke dalam pemerintahan dapat menjadi bentuk kerja sama dalam kebajikan apabila tujuannya adalah memperjuangkan kepentingan rakyat dan mewujudkan kemaslahatan bangsa.

Menjaga Idealisme dan Integritas

Tantangan terbesar bagi seorang aktivis ketika berada dalam pemerintahan adalah menjaga konsistensi nilai perjuangan. Kekuasaan tidak boleh mengubah orientasi pengabdian kepada masyarakat.

Allah SWT berfirman:

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ùƒُونُوا Ù‚َÙˆَّامِينَ بِالْÙ‚ِسْØ·ِ Ø´ُÙ‡َدَاءَ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah."
(QS. An-Nisa': 135)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan meskipun menghadapi tekanan, kepentingan kelompok, ataupun godaan kekuasaan.

Penutup

Aktivis yang masuk ke pemerintahan merupakan langkah tepat apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas, integritas yang kuat, dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Islam tidak memisahkan antara perjuangan moral dan kekuasaan yang amanah. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan bangsa.

Footnote

  1. Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. An-Nahl: 90.
  2. Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. Al-Maidah: 2.
  3. Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya, QS. An-Nisa': 135.
  4. Imam Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam.
  5. Imam Muslim, Shahih Muslim, Kitab Al-Imarah.

────────────────────────────

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama