HIKMAH HARI RAYA IDUL ADHA

BULETIN DAKWAH

HIKMAH HARI RAYA IDUL ADHA

Menyelami Makna Haji dan Qurban

Hari Raya Idul Adha menghadirkan dua agenda besar umat Islam, yaitu ibadah Haji dan Qurban. Keduanya mengandung hikmah spiritual, sosial, dan pendidikan akhlak bagi kaum muslimin.

A. HIKMAH HAJI

1. Bukti Umat Islam Kaya dan Mampu Beribadah

Allah SWT mewajibkan haji hanya bagi yang memiliki kemampuan (istithā‘ah).

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Dan wajib bagi manusia terhadap Allah untuk melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”
(QS. Āli ‘Imrān: 97)

Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَ الْعَوْنُ عَلَى تَقْوَى اللَّهِ الْغِنَى

“Sebaik-baik penolong untuk bertakwa kepada Allah adalah kekayaan.”
(HR. Al-Baihaqi)

Harta yang halal dan berkah dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui haji, sedekah, qurban, dan amal lainnya.

2. Bukti Umat Islam Bersatu Tanpa Memandang Suku dan Bangsa

Ibadah haji mempertemukan umat Islam dari seluruh dunia dengan pakaian dan tujuan yang sama. Ini menjadi simbol persatuan umat Islam.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Ḥujurāt: 10)

3. Bukti Persamaan Derajat di Hadapan Allah

Semua jamaah haji memakai pakaian ihram tanpa membedakan pangkat, jabatan, maupun kekayaan.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Ḥujurāt: 13)


B. HIKMAH QURBAN

1. Bukti Umat Islam Suka Berbagi dan Peduli Sesama

Ibadah qurban mengajarkan kepedulian sosial, terutama kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang-orang fakir.”
(QS. Al-Ḥajj: 28)

Qurban mempererat ukhuwah dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

2. Bukti Umat Islam Ingin Menyembelih Sifat Hewani dalam Diri

Hewan qurban menjadi pelajaran agar manusia mengendalikan sifat buruk seperti rakus, sombong, marah, dengki, dan egois.

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً

“Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak itu terdapat pelajaran bagi kalian.”
(QS. An-Naḥl: 66)

Hakikat qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih hawa nafsu dan sifat buruk dalam diri manusia.

Footnote:

  1. Tafsir QS. Āli ‘Imrān: 97 tentang kewajiban haji bagi yang mampu.
  2. HR. Al-Baihaqi tentang kekayaan sebagai penolong ketakwaan.
  3. Tafsir QS. Al-Ḥujurāt: 10 dan 13 tentang persaudaraan dan persamaan derajat.
  4. Tafsir QS. Al-Ḥajj: 28 tentang berbagi daging qurban.
  5. Tafsir QS. An-Naḥl: 66 tentang pelajaran dari hewan ternak.

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama