FRAMING: TANDA KEPANIKAN DAN KEKALAHAN ILMIAH


 

FRAMING: TANDA KEPANIKAN DAN KEKALAHAN ILMIAH

Dalam dunia dakwah dan diskusi keilmuan, sering ditemukan orang yang tidak mampu menjawab hujjah dengan ilmu, lalu beralih kepada framing, yaitu membangun opini negatif untuk menjatuhkan lawan tanpa membantah dalilnya. Ini adalah tanda kepanikan dan lemahnya argumentasi ilmiah.

Allah Ta’ala berfirman:

ÙˆَØ¥ِذَا Ù‚ِيلَ Ù„َÙ‡ُÙ…ُ اتَّبِعُوا Ù…َا Ø£َÙ†ْزَÙ„َ اللَّÙ‡ُ Ù‚َالُوا بَÙ„ْ Ù†َتَّبِعُ Ù…َا ÙˆَجَدْÙ†َا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ آبَاءَÙ†َا

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘Tidak, kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.’”
(QS. Al-Baqarah: 170)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika hujjah tidak mampu dibantah, sebagian manusia memilih mempertahankan opini dan fanatisme.

Rasulullah ï·º juga bersabda:

Ø£َبْغَضُ الرِّجَالِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ اللَّÙ‡ِ الْØ£َÙ„َدُّ الْØ®َصِÙ…ُ

“Orang yang paling dibenci Allah adalah yang paling keras dalam permusuhan dan perdebatan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang penuntut ilmu sejati akan menjawab dalil dengan dalil, hujjah dengan hujjah, bukan dengan ejekan, label, atau propaganda opini. Framing hanyalah cara menutupi kelemahan argumentasi dan ketidakmampuan menghadapi kebenaran secara ilmiah.

Imam Malik رحمه الله berkata:

ÙƒُÙ„ٌّ ÙŠُؤْØ®َذُ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َÙˆْÙ„ِÙ‡ِ ÙˆَÙŠُرَدُّ Ø¥ِÙ„َّا صَاحِبَ Ù‡َذَا الْÙ‚َبْرِ

“Setiap orang bisa diambil dan ditolak perkataannya, kecuali penghuni kubur ini (Rasulullah ï·º).”

Maka, ukuran kebenaran bukanlah framing manusia, tetapi dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar.

Footnote

  1. Tafsir Al-Qurthubi, QS. Al-Baqarah: 170.
  2. Shahih Bukhari no. 2457 dan Shahih Muslim no. 2668.
  3. Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, Ibnu Abdil Barr.

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama