KEJIWAAN PENCINTA KUBURIYYUN

Edisi Khusus: Kajian Aqidah dan Tazkiyatun Nafs

KEJIWAAN PENCINTA KUBURIYYUN

Telaah Ilmiah tentang Penyimpangan Psikologis dan Aqidah dalam Perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah

Oleh: DRS. HAMZAH JOHAN


A. PENGERTIAN JUDUL (تَعْرِيفُ الْعُنْوَانِ)

  1. Kejiwaan (النَّفْسِيَّةُ)
    Secara bahasa berasal dari kata نَفْسٌ yang berarti jiwa, batin, atau kondisi internal manusia. Dalam istilah syar’i, kejiwaan merujuk kepada kondisi hati (القلب) yang menjadi pusat iman, niat, dan amal.

  2. Pencinta (مُحِبٌّ)
    Yaitu orang yang memiliki kecenderungan kuat (مَيْلٌ شَدِيدٌ) terhadap sesuatu, disertai loyalitas (وَلَاءٌ) dan pembelaan.

  3. Kuburiyyun (الْقُبُورِيُّونَ)
    Istilah yang merujuk kepada kelompok yang berlebihan dalam memuliakan kuburan (الغُلُوُّ فِي الْقُبُورِ), hingga menjadikannya sebagai tempat ibadah, perantara doa, bahkan tempat meminta hajat.

📌 Kesimpulan Judul:
Kejiwaan Pencinta Kuburiyyun adalah kondisi hati dan mental seseorang yang cenderung kepada pengagungan kubur secara berlebihan, hingga menyimpang dari tauhid yang murni.


B. HAKIKAT KEJIWAAN DALAM ISLAM (حَقِيقَةُ النَّفْسِ فِي الْإِسْلَامِ)

Allah ﷻ berfirman:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ۝ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ۝ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Demi jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan. Sungguh beruntung orang yang mensucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 7–10)

➡️ Jiwa manusia memiliki dua potensi:

  • تَقْوَى (ketakwaan)
  • فُجُور (penyimpangan)

Kejiwaan kuburiyyun cenderung kepada penyimpangan karena rusaknya pemahaman tauhid.


C. CIRI-CIRI KEJIWAAN PENCINTA KUBURIYYUN (سِمَاتُ نَفْسِيَّةِ الْقُبُورِيِّينَ)

1. الغُلُوُّ فِي تَعْظِيمِ الْقُبُورِ (Berlebihan dalam Mengagungkan Kubur)

لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
“Janganlah kalian berlebihan memujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan terhadap Isa bin Maryam.” (HR. Bukhari)

➡️ Mereka mengangkat kubur menjadi tempat sakral yang diyakini memiliki kekuatan gaib.


2. التَّعَلُّقُ بِغَيْرِ اللَّهِ (Bergantung kepada selain Allah)

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada siapa pun selain Allah.” (QS. Al-Jin: 18)

➡️ Jiwa mereka lemah dalam tauhid, sehingga mencari perantara kepada penghuni kubur.


3. تَعْظِيمُ الْأَشْخَاصِ حَتَّى الْغُلُوِّ (Pengkultusan Individu)

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ
“Jauhilah oleh kalian sikap berlebihan dalam agama.” (HR. Ahmad)

➡️ Mereka menganggap wali atau tokoh tertentu memiliki kekuasaan setelah wafat.


4. الجَهْلُ بِالتَّوْحِيدِ (Kebodohan terhadap Tauhid)

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
“Ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19)

➡️ Kurangnya ilmu menyebabkan penyimpangan keyakinan.


5. التَّقْلِيدُ الْأَعْمَى (Taklid Buta)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang diturunkan Allah, mereka berkata: kami mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.” (QS. Al-Baqarah: 170)

➡️ Tradisi lebih diutamakan daripada dalil.


D. DAMPAK KEJIWAAN KUBURIYYUN (آثَارُ النَّفْسِ الْقُبُورِيَّةِ)

1. تَفْسِيدُ الْعَقِيدَةِ (Kerusakan Aqidah)

Mengarah kepada syirik kecil bahkan besar.

2. ضَعْفُ التَّوَكُّلِ عَلَى اللَّهِ (Lemahnya Tawakal)

Bergantung pada makhluk, bukan Khaliq.

3. انْتِشَارُ الْبِدَعِ (Menyebarnya Bid’ah)

Ritual-ritual tanpa dalil berkembang luas.

4. تَضْلِيلُ الْأُمَّةِ (Menyesatkan Umat)

Mengajak orang lain kepada kesesatan.


E. SOLUSI TAZKIYATUN NAFSI (حُلُولُ تَزْكِيَةِ النَّفْسِ)

1. تَحْقِيقُ التَّوْحِيدِ (Memurnikan Tauhid)

Mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah.

2. طَلَبُ الْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ (Menuntut Ilmu Syar’i)

Belajar aqidah dari sumber yang benar.

3. اتِّبَاعُ السُّنَّةِ (Mengikuti Sunnah)

Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan.

4. تَرْكُ الْبِدَعِ (Meninggalkan Bid’ah)

Menjauhi segala bentuk ibadah tanpa dalil.


F. PENUTUP (خَاتِمَةٌ)

Kejiwaan pencinta kuburiyyun adalah penyakit hati yang berbahaya karena merusak fondasi utama agama, yaitu tauhid. Penyembuhannya adalah dengan ilmu, tauhid, dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.


FOOTNOTE

  1. Al-Qur’an Al-Karim, QS. Asy-Syams: 7–10.
  2. Al-Qur’an Al-Karim, QS. Al-Jin: 18.
  3. Al-Qur’an Al-Karim, QS. Muhammad: 19.
  4. Al-Qur’an Al-Karim, QS. Al-Baqarah: 170.
  5. HR. Bukhari no. 3445.
  6. HR. Ahmad no. 3248.


Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama