Edisi Khusus: Kajian Fiqh Jenazah dan Adab Ziarah Kubur
HAL-HAL TERLARANG PADA KUBURAN BAGI ORANG BERIMAN
Telaah Dakwah Ilmiah Kontemporer Berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah
Oleh: DRS. HAMZAH JOHAN
A. PENGERTIAN JUDUL (تَعْرِيفُ الْعُنْوَانِ)
-
الْحَالُ (Hal-hal)
Segala bentuk perbuatan, sikap, atau amalan yang dilakukan oleh manusia dalam konteks tertentu. -
الْمُحَرَّمَاتُ (Hal-hal Terlarang)
Perkara yang dilarang oleh syariat Islam dengan larangan yang tegas, yang jika dilakukan berdosa. -
الْقُبُورُ (Kuburan)
Tempat dikuburkannya jasad manusia setelah wafat sebagai fase awal kehidupan alam barzakh. -
الْمُؤْمِنُونَ (Orang Beriman)
Orang-orang yang memiliki keimanan kepada Allah, Rasul-Nya, dan menjalankan syariat Islam.
Kesimpulan Judul:
Yang dimaksud adalah pembahasan tentang berbagai larangan syariat yang berkaitan dengan kuburan yang wajib dijauhi oleh kaum mukminin agar tidak terjerumus dalam bid’ah, kesyirikan, dan penyimpangan aqidah.
B. LANDASAN UMUM (الأُصُولُ الشَّرْعِيَّةُ)
1. Larangan Berbuat Berlebihan dalam Agama (الغُلُوُّ فِي الدِّينِ)
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian.”
(QS. النساء: 171)
2. Kubur Bukan Tempat Ibadah
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا وَلَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا
“Jangan kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.”
(HR. أبو داود)
C. HAL-HAL TERLARANG DI KUBURAN (الْمُحَرَّمَاتُ عِنْدَ الْقُبُورِ)
1. الشِّرْكُ بِاللَّهِ عِنْدَ الْقُبُورِ (Berbuat Syirik di Kuburan)
Meminta kepada penghuni kubur, berdoa kepada mereka, atau menjadikan mereka perantara.
Dalil:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyembah seorang pun bersama Allah.”
(QS. الجن: 18)
2. دُعَاءُ الْأَمْوَاتِ وَالِاسْتِغَاثَةُ بِهِمْ (Memohon kepada Orang Mati)
Dalil:
إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ
“Jika kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar doa kalian.”
(QS. فاطر: 14)
3. بِنَاءُ الْمَسَاجِدِ عَلَى الْقُبُورِ (Membangun Masjid di Atas Kubur)
Dalil:
لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Allah melaknat Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid.”
(HR. البخاري ومسلم)
4. إِضَاءَةُ السُّرُجِ عَلَى الْقُبُورِ (Menyalakan Lampu di Kuburan)
Dalil:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ
“Rasulullah melaknat wanita yang sering ziarah kubur dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid serta menyalakan lampu di atasnya.”
(HR. الترمذي)
5. الْجُلُوسُ وَالْمَشْيُ عَلَى الْقُبُورِ (Duduk dan Menginjak Kuburan)
Dalil:
لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ... خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
“Jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api... itu lebih baik daripada duduk di atas kuburan.”
(HR. مسلم)
6. تَجْصِيصُ الْقُبُورِ وَتَزْيِينُهَا (Memplester dan Menghias Kuburan)
Dalil:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
“Rasulullah melarang memplester kubur, duduk di atasnya, dan membangun di atasnya.”
(HR. مسلم)
7. كِتَابَةُ الْقُبُورِ (Menulis di Kuburan)
Termasuk membuat tulisan berlebihan, pujian, atau simbol-simbol.
Dalil:
وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهِ
“Dan (beliau melarang) menulis di atas kuburan.”
(HR. الترمذي)
8. النِّيَاحَةُ وَرَفْعُ الصَّوْتِ (Meratap dan Mengeraskan Suara)
Dalil:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ...
“Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi...”
(HR. البخاري)
9. تَخْصِيصُ زِيَارَةِ الْقُبُورِ بِزَمَنٍ مُعَيَّنٍ (Mengkhususkan Waktu Tertentu Tanpa Dalil)
Seperti ritual tahunan tanpa dasar syar’i.
Dalil Umum:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka tertolak.”
(HR. البخاري ومسلم)
10. الذَّبْحُ وَالنَّذْرُ لِلْقُبُورِ (Menyembelih dan Bernazar untuk Kuburan)
Dalil:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي... لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku... hanya untuk Allah.”
(QS. الأنعام: 162)
D. HIKMAH LARANGAN (حِكَمُ التَّحْرِيمِ)
- حِفْظُ التَّوْحِيدِ – Menjaga kemurnian tauhid
- سَدُّ الذَّرَائِعِ – Menutup pintu kesyirikan
- تَعْظِيمُ شَعَائِرِ اللَّهِ – Mengagungkan syiar Allah
- حِفْظُ كَرَامَةِ الْمَيِّتِ – Menjaga kehormatan mayit
- مَنْعُ الْبِدَعِ – Mencegah bid’ah dalam agama
E. PENUTUP (الْخَاتِمَةُ)
Kuburan dalam Islam adalah tempat mengambil pelajaran, bukan tempat melakukan ritual-ritual menyimpang. Syariat telah menetapkan adab dan batasan yang jelas agar umat Islam tetap berada di atas jalan tauhid dan sunnah.
Seorang mukmin wajib berhati-hati dalam berinteraksi dengan kuburan agar tidak terjerumus dalam kesyirikan yang dapat menghapus seluruh amal.
FOOTNOTE
- Tafsir Ibnu Katsir, QS. An-Nisa: 171
- Sunan Abu Dawud no. 2042
- Tafsir QS. Al-Jin: 18
- Tafsir QS. Fatir: 14
- Shahih Bukhari no. 1330, Muslim no. 529
- Sunan Tirmidzi no. 320
- Shahih Muslim no. 971
- Shahih Muslim no. 970
- Sunan Tirmidzi no. 1052
- Shahih Bukhari no. 1294
- Shahih Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718
- Tafsir QS. Al-An’am: 162
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar