FAKTOR KEBERPIHAKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

FAKTOR KEBERPIHAKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

(Antara Agama, Keadilan, dan Kemanusiaan sebagai Pilar Sikap Umat)


Pengertian Judul

“Keberpihakan” dalam perspektif Islam bukan sekadar sikap emosional atau fanatisme golongan, melainkan suatu sikap sadar yang berlandaskan nilai-nilai syariat, akal sehat, dan nurani kemanusiaan. Dalam bahasa Arab, keberpihakan dapat dikaitkan dengan konsep:

  • ٱلنُّصْرَةُ (an-nuṣrah) → pertolongan dan pembelaan
  • ٱلْوَلَاءُ (al-walā’) → loyalitas yang benar
  • ٱلْقِسْطُ وَٱلْعَدْلُ (al-qisṭ wa al-‘adl) → keadilan

Islam tidak mengajarkan keberpihakan buta (ta‘aṣṣub أَعْمَى), melainkan keberpihakan yang terikat dengan kebenaran (ٱلْحَقُّ), keadilan (ٱلْعَدْلُ), dan kemaslahatan manusia (ٱلْمَصْلَحَةُ).


1. Keberpihakan karena Agama (ٱلنُّصْرَةُ بِسَبَبِ ٱلدِّينِ)

Konsep Dasar

Dalam Islam, umat diperintahkan untuk saling menolong dalam keimanan dan kebaikan.

Dalil Al-Qur’an

وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ
“Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan) agama, maka wajib atas kamu memberikan pertolongan.”
(QS. Al-Anfal: 72)

Makna

Keberpihakan karena agama berarti membela saudara seiman yang dizalimi. Namun, ini tidak boleh melahirkan fanatisme kelompok yang mengabaikan kebenaran.

Peringatan dari Nabi ﷺ

ٱنصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا
“Tolonglah saudaramu, baik ia zalim maupun dizalimi.”

Para sahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا، فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟
Beliau menjawab:
تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ ٱلظُّلْمِ
“Dengan mencegahnya dari kezaliman.”
(HR. Al-Bukhari)

Intinya

✔ Membela karena agama → wajib
✘ Membela kebatilan atas nama agama → haram


2. Keberpihakan karena Keadilan (ٱلنُّصْرَةُ بِسَبَبِ ٱلْعَدْلِ)

Prinsip Agung Islam

Islam menjadikan keadilan sebagai nilai universal yang melampaui identitas kelompok.

Dalil Al-Qur’an

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا
ٱعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah… Janganlah kebencian terhadap suatu kaum membuat kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)

Makna

Islam menuntut keberpihakan kepada keadilan meskipun terhadap pihak yang berbeda agama, bahkan terhadap musuh.

Contoh Historis

Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib pernah kalah dalam persidangan melawan seorang Yahudi karena kurangnya bukti, dan beliau menerima keputusan hakim. Ini menunjukkan bahwa keadilan lebih tinggi dari kekuasaan.


3. Keberpihakan karena Kemanusiaan (ٱلنُّصْرَةُ بِسَبَبِ ٱلْإِنسَانِيَّةِ)

Konsep Rahmatan lil ‘Alamin

Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi kaum muslimin.

Dalil Al-Qur’an

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Dalil Lain

مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍۢ فِي ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا
“Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.”
(QS. Al-Ma’idah: 32)

Makna

Keberpihakan karena kemanusiaan berarti membela siapa pun yang tertindas, tanpa melihat agama, ras, atau golongan.


Studi Kasus Kontemporer: Sikap terhadap Iran, Amerika, dan Israel

Dalam konteks global, umat Islam dihadapkan pada realitas konflik dan ketidakadilan internasional.

Sebagian umat mungkin enggan berpihak kepada Iran karena perbedaan mazhab (Syi‘ah). Namun Islam mengajarkan bahwa:

1. Tidak Semua Keberpihakan Berdasarkan Mazhab

Perbedaan akidah tidak boleh menutup mata dari kezaliman nyata.

2. Ukuran Utama: Keadilan dan Kezaliman

Jika suatu pihak dizalimi, maka Islam mendorong untuk membela berdasarkan prinsip:

لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
“Kamu tidak menzalimi dan tidak dizalimi.”
(QS. Al-Baqarah: 279)

3. Perspektif Kemanusiaan Global

Ketika terjadi penindasan, agresi militer, atau pelanggaran hak asasi—baik oleh kekuatan besar seperti Amerika maupun tindakan Israel terhadap rakyat sipil—maka keberpihakan harus diarahkan kepada:

✔ Korban kezaliman
✔ Pihak yang tertindas
✔ Nilai kemanusiaan universal

Sikap Seimbang

  • Tidak membenarkan semua tindakan Iran
  • Tidak pula membenarkan kezaliman Amerika dan Israel
  • Tetapi berpihak pada keadilan dan kemanusiaan

Inilah yang disebut:

ٱلْوَسَطِيَّةُ (moderasi Islam)


Kisah Menyentuh

Dikisahkan seorang ulama melihat seorang non-Muslim diperlakukan zalim oleh aparat. Ia langsung membelanya.

Ketika ditanya:
“Bukankah dia bukan Muslim?”

Ulama itu menjawab:
“Dia manusia… dan Islam mengajarkanku untuk membela manusia yang dizalimi.”

Air mata muridnya pun jatuh. Mereka sadar—Islam bukan sekadar identitas, tetapi rahmat yang hidup.


Kesimpulan Besar

Keberpihakan dalam Islam memiliki tiga lapis utama:

  1. ٱلدِّينُ (Agama) → membela saudara seiman
  2. ٱلْعَدْلُ (Keadilan) → membela kebenaran universal
  3. ٱلْإِنسَانِيَّةُ (Kemanusiaan) → membela seluruh manusia

Jika ketiganya bertemu → itulah keberpihakan ideal
Jika bertentangan → dahulukan keadilan dan kemanusiaan


Footnote

  1. Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Ma’idah: 8
  2. Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Mazhalim
  3. Tafsir Al-Qurthubi, QS. Al-Anbiya: 107
  4. Al-Muwafaqat, Imam Asy-Syathibi (tentang maqashid syariah)
  5. Tafsir Ath-Thabari, QS. Al-Anfal: 72


Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama