SETIAP PENGANIAYAAN PASTI ADA BALASANNYA
Jika Tidak di Dunia, Pasti di Akhirat
Mukadimah
Salah satu prinsip keadilan dalam Islam adalah keyakinan bahwa tidak ada satu pun kezaliman yang luput dari perhitungan Allah Ta‘ala. Manusia boleh saja lolos dari hukum dunia, bisa bersembunyi di balik jabatan, harta, atau kekuasaan. Namun di hadapan Allah, seluruh amal akan dihisab dengan sangat adil.
Banyak orang merasa aman ketika berhasil menzalimi orang lain tanpa konsekuensi. Padahal, Al-Qur’an dan Sunnah menegaskan bahwa setiap penganiayaan pasti akan kembali kepada pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
1. Allah Tidak Lalai dari Kezaliman
Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak pernah lalai terhadap perbuatan zalim hamba-hamba-Nya:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.”
(QS. Ibrahim: 42)
Ayat ini memberi peringatan keras bahwa meskipun seorang zalim tampak berjaya, sejatinya Allah hanya menunda balasannya, bukan melupakannya. Penundaan itu justru bentuk istidraj yang akan semakin memberatkan hisabnya.
2. Doa Orang yang Dizalimi Pasti Dikabulkan
Rasulullah ﷺ mengingatkan dengan sangat tegas:
اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Takutlah kalian terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah.”
(HR. Bukhari no. 2448, Muslim no. 19)
Ini menunjukkan bahwa kezaliman bukan hanya dosa moral, tetapi juga membuka pintu kebinasaan bagi pelakunya. Doa orang teraniaya bisa menjadi sebab hancurnya kehidupan seseorang tanpa ia sadari.
3. Pembalasan Bisa Terjadi di Dunia
Sering kali Allah menampakkan balasan kezaliman di dunia sebagai pelajaran bagi manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukumannya di dunia, di samping azab yang disimpan di akhirat, selain kezaliman dan memutus silaturahmi.”
(HR. Tirmidzi no. 2511, dinilai sahih)
Hadis ini menjelaskan bahwa kezaliman memiliki dampak ganda:
- bisa langsung dibalas di dunia berupa kehinaan, kehancuran hidup, atau kesempitan rezeki,
- dan tetap akan diadili lagi di akhirat.
4. Jika Lolos di Dunia, Hisab Akhirat Menanti
Bila seorang zalim merasa aman karena tidak tersentuh hukum manusia, sesungguhnya bahaya yang lebih besar sedang menantinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
“Sungguh kalian akan mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya pada hari kiamat, sampai kambing yang tidak bertanduk pun akan diberi kesempatan membalas kambing yang bertanduk.”
(HR. Muslim no. 2582)
Jika keadilan berlaku bahkan pada hewan, apalagi pada manusia yang dizalimi kehormatannya, hartanya, atau hak-haknya.
Pada hari kiamat nanti, pahala orang yang menzalimi akan dipindahkan kepada korbannya. Jika pahalanya habis, dosa korban akan ditimpakan kepadanya. Inilah kebangkrutan hakiki.
5. Bentuk-Bentuk Kezaliman yang Sering Diremehkan
Di zaman modern, kezaliman tidak selalu berbentuk fisik. Banyak penganiayaan terjadi dalam bentuk:
- Memfitnah dan mencemarkan nama baik
- Merampas hak orang lain
- Menipu dalam bisnis
- Menggunakan kekuasaan untuk menindas
- Menyebar hoaks dan kebohongan
- Mempermainkan hukum demi kepentingan pribadi
- Menyakiti hati sesama muslim tanpa hak
Semua itu termasuk penganiayaan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
6. Solusi Agar Selamat dari Kezaliman
Agar tidak termasuk golongan orang yang celaka karena kezaliman, Islam mengajarkan beberapa langkah:
- Segera bertaubat kepada Allah
- Meminta maaf kepada orang yang dizalimi
- Mengembalikan hak-hak yang dirampas
- Menahan diri dari menyakiti orang lain
- Memperbanyak istighfar dan amal saleh
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا الْيَوْمَ
“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya, hendaklah ia meminta kehalalan darinya hari ini juga.”
(HR. Bukhari no. 2449)
Ini menunjukkan bahwa urusan kezaliman tidak cukup hanya dengan taubat kepada Allah, tetapi harus diselesaikan dengan manusia yang dizalimi.
Penutup
Keyakinan bahwa “setiap penganiayaan pasti ada balasannya” bukan sekadar ungkapan moral, tetapi akidah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
- Jika tidak dibalas di dunia, maka pasti akan dibalas di akhirat.
- Jika pelaku lolos dari hukum manusia, ia tidak akan pernah lolos dari pengadilan Allah.
Maka beruntunglah orang yang menjaga diri dari menzalimi sesama, dan celakalah mereka yang merasa aman di atas penderitaan orang lain.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang adil, jauh dari kezaliman, serta dilindungi dari menjadi korban maupun pelaku penganiayaan.
Footnote
- Tafsir Ibnu Katsir tentang QS. Ibrahim: 42 – penjelasan bahwa penundaan azab bukan berarti kelalaian Allah.
- Shahih Bukhari, Kitab al-Mazhalim, hadis no. 2448.
- Shahih Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah, hadis no. 2582.
- Sunan Tirmidzi, hadis no. 2511, dinyatakan sahih oleh Imam Tirmidzi.
- Shahih Bukhari, Kitab al-Mazhalim, hadis no. 2449.
Wallahu a'lam


Posting Komentar