PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

🌙 PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN


📖 Dalil Utama

1️⃣ Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
— (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menjelaskan bahwa puasa Ramadhan bertujuan membentuk ketakwaan dan penyucian jiwa.


2️⃣ Hadits Tentang Kedatangan Ramadhan

اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُورِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَأَهْلًا، جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِالْبَرَكَاتِ فَأَكْرِمْ بِهِ مِنْ زَائِرٍ هُوَ آتٍ

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan shaum membawa keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang datang itu.”
— (HR. Ath-Thabrani)

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang harus disambut dengan kegembiraan dan penghormatan.


🌿 PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN


Niat Ikhlas

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya.”
— (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
— (QS. Al-Bayyinah: 5)

➡️ Puasa harus diniatkan semata-mata karena Allah, bukan rutinitas tahunan atau kebiasaan sosial.


Gembira Menyambut Ramadhan (Sesuai Hadits)

Ungkapan فَمَرْحَبًا بِهِ وَأَهْلًا menunjukkan sikap bahagia dan sambutan hangat terhadap Ramadhan. Marhaban artinya luas dan lapang, Ahlan artinya keluarga. فَمَرْحَبًا بِهِ وَأَهْلًا bisa bermakna lapang hati, gembira menyambut Ramadhan karena meningkatkan ahlan (kekeluargaan) dengan seringnya berjama'ah shalat,puasa, sahur dll. - Sahlan artinya mudah dan kemudahan-.

a. Karena “Ahlan” — mengeratkan kekeluargaan

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
— (QS. Al-Hujurat: 10)

Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahmi, berbuka bersama, dan saling berbagi.


b. Karena adanya Lailatul Qadar

Allah ﷻ berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
— (QS. Al-Qadr: 3)

Kesempatan ibadah yang nilainya lebih baik dari umur panjang manusia.


c. Karena membawa kesehatan

Disebutkan dalam atsar:

صُومُوا تَصِحُّوا

“Berpuasalah, niscaya kalian sehat.”

Puasa melatih pola makan, mengistirahatkan tubuh, serta memperkuat pengendalian diri.


d. Karena ampunan dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
— (HR. Bukhari dan Muslim)


Memuliakan Ramadhan Sebagai Tamu Agung

Hadits menyebut Ramadhan sebagai زَائِرٍ (tamu). Maka seorang muslim memuliakannya dengan persiapan serius.

a. Dengan Ilmu (Berilmu)

Allah ﷻ berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.”
— (QS. An-Nahl: 43)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah akan memahamkannya dalam agama.”
— (HR. Bukhari-Muslim)

Ilmu fiqih Ramadhan menjaga ibadah agar benar dan diterima.


b. Dengan Tazkiyatun Nafsi (Penyucian Jiwa)

Allah ﷻ berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
— (QS. Asy-Syams: 9–10)

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan perbuatan buruk.”
— (HR. Ibnu Khuzaimah)


c. Menjauhi Kesalahan dan Perbuatan Terlarang

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”
— (QS. Al-An’am: 151)

Contoh yang harus dihindari:

  • ❌ Mandi balimau dengan campur baur laki-perempuan yang melanggar syariat
  • ❌ Ziarah kubur jahiliyah (meminta kepada ahli kubur, ritual tanpa dalil)

Adapun ziarah kubur yang benar:

فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

“Berziarahlah kalian, karena ia mengingatkan kepada akhirat.”
— (HR. Muslim)


🌟 Penutup

Ramadhan adalah bulan mulia yang harus disambut dengan persiapan iman dan amal:

✔ Niat ikhlas
✔ Hati gembira menyambut keberkahan
✔ Memuliakan Ramadhan dengan ilmu
✔ Penyucian jiwa (tazkiyatun nafsi)
✔ Menjauhi segala kesalahan dan amalan menyimpang

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا فِيهِ مِنَ الْمَقْبُولِينَ

“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan dan jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima amalnya.”


Wallahu a'lam

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama