MERAIH 2 MANFAAT SHALAT TARAWIH
(Versi Ceramah Kultum Tarawih ±7 Menit)Pengertian Judul
Hadirin jamaah tarawih yang dimuliakan Allah…
Shalat tarawih adalah qiyamullail yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadhan setelah shalat Isya. Kata tarawih berasal dari bahasa Arab تَرْوِيحَةٌ yang berarti “istirahat”, karena para sahabat dahulu beristirahat sejenak setiap selesai empat rakaat.
Adapun maksud judul “Meraih 2 Manfaat Shalat Tarawih” adalah bagaimana kita tidak sekadar melaksanakan tarawih sebagai rutinitas, tetapi benar-benar mendapatkan dua keuntungan besar:
- Ampunan dosa (maghfirah).
- Peningkatan derajat dan ketakwaan.
Manfaat Pertama: Ampunan Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim).¹
Hadits ini menegaskan bahwa tarawih bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi pintu penghapusan dosa. Namun ada dua syarat utama:
- إِيمَانًا (Imanan) → karena iman, yakin akan perintah Allah.
- وَاحْتِسَابًا (Ihtisaban) → mengharap pahala, bukan riya atau tradisi.
Tarawih yang dilakukan dengan hati ikhlas menjadi sebab turunnya maghfirah. Betapa banyak dosa kecil yang menumpuk sepanjang tahun, dan Ramadhan hadir sebagai momentum pembersihan.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus kejahatan-kejahatan.”
(QS. Hud: 114).²
Tarawih adalah bagian dari kebaikan besar di bulan Ramadhan yang menjadi sebab terhapusnya dosa.
Manfaat Kedua: Meningkatkan Derajat dan Ketakwaan
Shalat tarawih termasuk bagian dari qiyamullail yang sangat dicintai Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra: 79).³
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah malam mengangkat derajat seorang hamba. Tarawih melatih:
- Kesabaran fisik, berdiri lama dalam shalat.
- Kesabaran hati, khusyuk mendengar ayat-ayat Allah.
- Kedisiplinan spiritual, hadir ke masjid setiap malam.
Tujuan akhir Ramadhan adalah takwa, sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183).⁴
Tarawih adalah bagian integral dari proses menuju takwa tersebut. Ia menyempurnakan puasa kita.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Janganlah kita hanya menghitung jumlah rakaat, tetapi hitunglah kualitas kekhusyukan. Jangan sekadar mengejar cepat selesai, tetapi kejar keberkahan dan pengampunan.
Mari kita raih dua manfaat besar shalat tarawih:
- Maghfirah (ampunan dosa).
- Derajat takwa yang lebih tinggi.
Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.
Footnote
- HR. Al-Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759.
- Tafsir Ibnu Katsir, penjelasan QS. Hud: 114.
- Tafsir Al-Qurthubi, penjelasan QS. Al-Isra: 79.
- Tafsir Ath-Thabari, penjelasan QS. Al-Baqarah: 183.
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar