HIKMAH DAN BERKAH BULAN RAMADHAN


HIKMAH DAN BERKAH BULAN RAMADHAN

(Ceramah Kultum Tarawih ±7 Menit)


Mukadimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah dan keberkahan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah Tarawih yang dimuliakan Allah,
Tema kita malam ini adalah “Hikmah dan Berkah Bulan Ramadhan.”


Pengertian Judul

Hikmah adalah kebijaksanaan dan pelajaran mendalam yang Allah letakkan di balik setiap syariat-Nya.
Berkah adalah kebaikan yang bertambah dan terus-menerus.

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang penuh pelajaran hidup dan limpahan kebaikan.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)¹

Inilah hikmah utama Ramadhan: mencapai takwa.


1. Hikmah Ramadhan: Melahirkan Takwa

Takwa berarti menjaga diri dari murka Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)²

Artinya, hikmah puasa bukan sekadar menahan fisik, tetapi membentuk akhlak. Puasa melatih kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri.


2. Hikmah Ramadhan: Pendidikan Jiwa dan Empati Sosial

Puasa mendidik kita merasakan lapar sebagaimana dirasakan fakir miskin. Dari sini lahir kepedulian sosial.

Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.³

Ramadhan mengajarkan kita memperbanyak zakat, infak dan sedekah. Inilah hikmah sosial Ramadhan: membangun solidaritas umat.


3. Berkah Ramadhan: Dilipatgandakan Pahala

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)⁴

Ini menunjukkan keberkahan luar biasa. Kesempatan taubat terbuka lebar. Amal kecil bernilai besar.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)⁵

Betapa besar keberkahannya, sampai Allah sendiri yang menjanjikan balasan khusus.


4. Berkah Ramadhan: Diturunkannya Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)⁶

Keberkahan Ramadhan terletak pada kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Maka Ramadhan adalah bulan tilawah, tadabbur dan pengamalan.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,
Hikmah Ramadhan adalah melahirkan takwa, membentuk akhlak, dan menumbuhkan empati sosial.
Berkah Ramadhan adalah dilipatgandakannya pahala, dibukanya pintu surga, dan turunnya Al-Qur’an.

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan diri. Jadikan Ramadhan sebagai madrasah kehidupan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan hikmah dan keberkahan Ramadhan.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Footnote

  1. Al-Qur’an, QS. Al-Baqarah: 183.
  2. HR. Bukhari, Kitab Ash-Shaum.
  3. HR. Bukhari dan Muslim tentang kedermawanan Nabi ﷺ di bulan Ramadhan.
  4. HR. Bukhari no. 1899; Muslim no. 1079.
  5. HR. Bukhari no. 1904; Muslim no. 1151.
  6. Al-Qur’an, QS. Al-Baqarah: 185.

Wallahu a'lam bish shawab

DRS. HAMZAH JOHAN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama