🌙 MENJAGA KUALITAS PUASA DI ERA DIGITAL
(Kultum Tarawih ±7 Menit )
Muqaddimah
الحمد لله الذي بلغنا رمضان، وجعل فيه أبواب الجنان مفتحة، وأبواب النيران مغلقة. أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Amma ba’du.
Jamaah Tarawih yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita tidak hanya membawa sajadah ke masjid. Kita juga membawa sesuatu yang lain di saku kita: handphone.
Benda kecil ini bisa menjadi jalan ke surga… atau pintu ke neraka.
Maka bagaimana menjaga kualitas puasa di zaman digital ini?
1️⃣ Kualitas Puasa Itu Taqwa
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)¹
Tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar.
Bukan sekadar bangun sahur.
Bukan sekadar berbuka bersama.
Tetapi agar kita bertakwa.
Apa itu taqwa?
Taqwa adalah merasa diawasi Allah, meskipun tidak ada manusia yang melihat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
*“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”*²
Hari ini, dusta bukan hanya lewat lisan.
Tetapi lewat status WhatsApp, komentar Facebook, video TikTok, dan pesan yang kita sebarkan.
2️⃣ Era Digital Bisa Jadi Ladang Pahala
Jamaah sekalian,
Di HP kita ada Al-Qur’an.
Ada kajian ustadz.
Ada pengingat shalat.
Ada sedekah online.
Sekali klik, pahala mengalir.
Sekali transfer, sedekah sampai.
Teknologi itu netral. Kaidah fiqh menyebutkan:
الأَصْلُ فِي الأَشْيَاءِ الإِبَاحَةُ
*“Hukum asal segala sesuatu adalah boleh.”*³
Kalau dipakai untuk ibadah, ia jadi pahala.
Kalau dipakai untuk maksiat, ia jadi dosa.
3️⃣ Tetapi Juga Bisa Merusak Puasa
Saudaraku,
Berapa banyak orang puasanya lapar…
Tetapi matanya kenyang melihat yang haram?
Berapa banyak orang haus…
Tetapi jarinya sibuk menyebar fitnah?
Allah berfirman:
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولًا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)⁴
Layar HP tidak tersembunyi dari Allah.
Meskipun dikunci, Allah tetap melihat.
4️⃣ Bagaimana Solusinya?
✅ 1. Puasa Digital
Kalau bisa menahan makan 14 jam, kenapa tidak bisa menahan media sosial beberapa jam?
Kurangi scroll.
Perbanyak istighfar.
✅ 2. Saring Sebelum Sharing
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
*“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan setiap yang ia dengar.”*⁵
Tidak semua berita harus dibagikan.
Tidak semua komentar harus dibalas.
✅ 3. Ingat Allah Selalu Mengawasi
Dalam hadis tentang ihsan:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
*“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika tidak, maka Dia melihatmu.”*⁶
Kalau kita sadar Allah melihat,
kita akan malu membuka yang haram.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan hanya 30 hari.
Tapi jejak digital kita bisa abadi.
Jangan sampai setelah Ramadhan,
HP kita lebih aktif dari hati kita.
Semoga puasa kita bukan hanya menahan lapar,
tetapi menahan mata, menahan lisan, menahan jari,
hingga lahir taqwa dalam kehidupan nyata dan dunia maya.
اللهم اجعل صيامنا صيام المتقين، واحفظ أبصارنا وألسنتنا وقلوبنا.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Catatan Kaki
- Al-Qur’an, QS. Al-Baqarah: 183.
- HR. Al-Bukhari, no. 1903.
- As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nazhair (kaidah fiqhiyyah).
- Al-Qur’an, QS. Al-Isra’: 36.
- HR. Muslim, no. 5.
- HR. Muslim, no. 8 (Hadis Jibril tentang Ihsan).
Wallahu a'lam
Drs. Hamzah Johan


Posting Komentar