VISI-MISI PARA RASUL: DIUTUS UNTUK MENTAUHIDKAN ALLAH
Tauhid adalah inti seluruh risalah kenabian
Oleh: Drs. Hamzah Johan
Allah SWT mengutus para rasul dengan satu misi fundamental: mengajak manusia menyembah Allah semata dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan. Perbedaan syariat antarumat tidak menghilangkan kesamaan pokok dakwah mereka, yaitu tauhid.
Allah SWT berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ
“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku.’”
(QS. Al-Anbiyā’ [21]: 25).
Allah juga menegaskan:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ
“Sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat: ‘Sembahlah Allah dan jauhilah ṭāghūt.’”
(QS. An-Naḥl [16]: 36).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa visi para rasul adalah tauhid, sedangkan misi mereka adalah membimbing manusia agar hanya beribadah kepada Allah. Nabi Nuh عليه السلام pun menyeru kaumnya:
يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ
“Wahai kaumku, sembahlah Allah! Tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia.”
(QS. Al-A‘rāf [7]: 59).
Tauhid bukan sekadar ucapan lā ilāha illallāh, tetapi keyakinan dan pengamalan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dengan memurnikan doa, ibadah, cinta, takut, harap dan ketundukan kepada-Nya sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ.
Allah menciptakan manusia juga dengan tujuan beribadah kepada-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzāriyāt [51]: 56).
MOTIVASI
Manusia boleh mengejar ilmu, harta, jabatan, popularitas dan kesuksesan dunia. Namun jangan sampai sarana berubah menjadi tujuan. Tauhid mengajarkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk menjadi hamba harta, jabatan, pujian atau manusia, tetapi menjadi hamba Allah.
DAMPAK TAUHID
Tauhid yang benar melahirkan ketenangan jiwa, keikhlasan, keberanian, keteguhan, akhlak yang baik dan orientasi hidup yang benar. Hati tidak mudah diperbudak oleh penilaian manusia karena tujuan tertingginya adalah mencari keridaan Allah.
SOLUSI
Kembali kepada pesan para rasul dengan mempelajari tauhid berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, memahami makna lā ilāha illallāh, memurnikan ibadah, menjauhi syirik dan khurafat, memperbanyak tadabbur Al-Qur’an, serta mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Kesimpulan:
Jika seluruh risalah para nabi diringkas dalam satu kalimat, maka inti pesannya adalah:
فَٱعْبُدُونِ
“Maka sembahlah Aku.”
Karena itu, sebanyak apa pun ilmu, amal, harta, jabatan dan popularitas yang dimiliki manusia, semuanya harus berdiri di atas tauhid. Tauhid adalah awal dakwah para rasul, fondasi ibadah, pembebas manusia dari kesyirikan, dan jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Drs. Hamzah Johan
Catatan kaki
- Al-Qur’an, QS. Al-Anbiyā’ [21]: 25.
- Al-Qur’an, QS. An-Naḥl [16]: 36.
- Al-Qur’an, QS. Al-A‘rāf [7]: 59.
- Al-Qur’an, QS. Adz-Dzāriyāt [51]: 56.


Posting Komentar