PEMERINTAH YANG BAIK WAJIB DIBELA
Sebagai seorang Muslim, kita diperintahkan untuk hidup dalam keteraturan dan kepatuhan. Salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemaslahatan umat adalah adanya kepemimpinan yang baik (pemerintah yang adil dan menjalankan amanah). Ketika sebuah pemerintahan berupaya menegakkan kebenaran dan menjaga kepentingan rakyat, maka memberikan dukungan dan pembelaan adalah bentuk tanggung jawab moral serta religius.
Landasan Syariat
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan mendukung pemimpin yang membawa kebaikan. Allah SWT berfirman:
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø£َØ·ِيعُوا اللَّÙ‡َ ÙˆَØ£َØ·ِيعُوا الرَّسُولَ ÙˆَØ£ُولِÙŠ الْØ£َÙ…ْرِ Ù…ِÙ†ْÙƒُÙ…ْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”(QS. An-Nisa: 59)
Dalam menafsirkan ayat ini, para ulama menekankan bahwa ketaatan kepada pemimpin selama dalam koridor kebaikan merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Selain itu, Rasulullah SAW memberikan arahan untuk senantiasa menasihati dan mendukung pemimpin dalam kebaikan, bukan justru menjatuhkan tanpa dasar. Beliau SAW bersabda:
الدِّينُ النَّصِÙŠØَØ©ُ Ù‚ُÙ„ْÙ†َا Ù„ِÙ…َÙ†ْ Ù‚َالَ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ ÙˆَÙ„ِÙƒِتَابِÙ‡ِ ÙˆَÙ„ِرَسُولِÙ‡ِ ÙˆَÙ„ِأئِÙ…َّØ©ِ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ِينَ ÙˆَعَامَّتِÙ‡ِÙ…ْ
“Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin-pemimpin kaum Muslimin, dan bagi seluruh umat Islam.”(HR. Muslim No. 55)
Kewajiban Membela Kebaikan
Mendukung pemerintah yang baik tidak berarti buta terhadap realita, melainkan bentuk apresiasi atas kebijakan yang maslahat (bermanfaat) bagi umat. Pembelaan ini dapat diwujudkan melalui:
1. Doa:Mendoakan agar pemimpin senantiasa diberikan kekuatan dan petunjuk oleh Allah SWT.
2. Partisipasi:Mendukung program-program yang membangun peradaban dan kesejahteraan.
3. Literasi Positif: Membantu meluruskan informasi atau fitnah yang ditujukan kepada pemerintah yang sedang berbuat adil, agar tercipta suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Menjaga integritas pemimpin dan mendukung kebijakan yang baik adalah kunci terciptanya Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur (negeri yang baik dan diampuni oleh Allah).
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar