KEUTAMAAN DAN MANFAAT ZISWAF DALAM BULAN RAMADHAN
(Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf sebagai Instrumen Keberkahan dan Kesalehan Sosial)
A. PENGERTIAN JUDUL
Istilah ZISWAF merupakan akronim dari Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf, empat instrumen filantropi Islam yang memiliki dimensi ibadah dan sosial sekaligus.
- Zakat adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta dengan ketentuan nishab dan haul untuk delapan golongan mustahik.
- Infak adalah pengeluaran harta di jalan Allah, baik wajib maupun sunnah.
- Sedekah adalah pemberian sukarela sebagai bentuk kebaikan.
- Wakaf adalah menahan pokok harta dan mengalirkan manfaatnya.
Adapun Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan pelipatgandaan pahala.
A. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Agar Ber-ZISWAF dengan Ilmu
Allah Ta‘ala berfirman:
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ
“Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan ilmu (bashirah).” (QS. Yusuf: 108)
Ber-ZISWAF dengan ilmu meliputi pemahaman hukum, sasaran mustahik, serta hikmah dan dampaknya, sehingga ibadah menjadi sah dan optimal.
2. Meminimalisir Penyesalan di Akhirat
Allah Ta‘ala berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menangguhkan (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang saleh.’” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah adalah amalan yang paling diharapkan saat sakaratul maut. Maka Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengurangi penyesalan kelak di akhirat.
Tambahan dalil hadits tentang naungan sedekah di akhirat:
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ
“Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.”¹
Dalam riwayat lain:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ... وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا
“Tujuh golongan yang Allah naungi… di antaranya seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya.”²
Makna pentingnya:
- Sedekah menjadi pelindung dari panas dahsyat hari kiamat.
- Menjadi investasi nyata yang dirasakan langsung di akhirat.
- Menghapus penyesalan karena harta telah “diubah bentuk” menjadi pahala.
Maka, ZISWAF di bulan Ramadhan adalah strategi cerdas untuk menyiapkan “naungan” di hari yang tidak ada naungan kecuali dari Allah.
B. DALIL KEUTAMAAN ZISWAF DI BULAN RAMADHAN
1. Hadits tentang Keberkahan Ramadhan
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ...
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…”³
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُصَفَّدُ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan yang durhaka.”(HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Baihaqi.)
Makna berkah (البركة):
- Tumbuh (النماء) seperti biji kurma diluar ramadhan nilainya tetap satu biji kurma, di Ramadhan ia tumbuh menjadi pohon.
- Bertambah, berkembang (الزيادة) seumpama kurma jadi pohon berkembang menjadi banyak pohon
- Berkelanjutan (الدوام), seperti pohon kurma yang banyak terus menerus berkembang
Artinya, setiap ZISWAF di bulan Ramadhan bernilai berlipat ganda dan berdampak luas.
2. Nabi ﷺ Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ... فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya… Sungguh beliau lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.”⁴
Ini menunjukkan bahwa:
- Ramadhan adalah puncak kedermawanan.
- Sedekah mengikuti teladan Nabi ﷺ.
- Interaksi dengan Al-Qur’an melahirkan kepedulian sosial.
3. Kebutuhan Mustahik Meningkat Menjelang Idul Fitri
Menjelang Idul Fitri, kebutuhan kaum fakir miskin meningkat:
- Kebutuhan pangan keluarga.
- Kebutuhan pakaian anak-anak.
- Kebutuhan sosial agar dapat merasakan kebahagiaan hari raya.
Karena itu disyariatkan zakat fitrah sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”(5)
Hal ini menegaskan bahwa ZISWAF di akhir Ramadhan memiliki dimensi:
Spiritual: menyempurnakan ibadah puasa.
Sosial: memastikan mustahik merasakan kegembiraan Idul Fitri.
MANFAAT ZISWAF DI BULAN RAMADHAN
- Melipatgandakan pahala.
- Membersihkan harta dan jiwa.
- Menjadi naungan di hari kiamat.
- Menghapus dosa dan mendatangkan rahmat Allah.
- Menguatkan solidaritas sosial.
- Menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
KESIMPULAN
ZISWAF di bulan Ramadhan adalah ibadah strategis yang menggabungkan dimensi spiritual dan sosial.
Dengan ilmu, seorang muslim mampu:
- Menunaikan ZISWAF secara tepat.
- Menghindari kesalahan dan kelalaian.
- Menyiapkan bekal akhirat berupa naungan sedekah.
Ramadhan adalah momentum emas untuk mengubah harta fana menjadi pahala abadi. Siapa yang memanfaatkannya, ia akan selamat dari penyesalan dan memperoleh keberuntungan di dunia dan akhirat.
Footnote
- HR. Ahmad no. 17333.
- HR. Al-Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031.
- HR. Ahmad dan An-Nasa’i.
- HR. Al-Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308.
- HR. Abu Dawud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827.
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar