📰 BULETIN DAKWAH ILMIAH KONTEMPORER
HARTA DAN TAHTA BUKAN PENUNDUK HATI MANUSIA, TAPI BISA DENGAN AKHLAK MULIA
📖 PENGERTIAN JUDUL
Judul ini mengandung makna yang dalam bahwa harta (al-māl) dan tahta/jabatan (al-jāh) bukanlah sarana yang hakiki untuk menaklukkan hati manusia (takyīf al-qulūb). Keduanya bersifat duniawi dan sementara. Yang sesungguhnya mampu menyentuh hati dan mengubah sikap manusia adalah akhlak mulia (al-akhlāq al-karīmah) yang mencerminkan keindahan ajaran Islam.
Harta dan tahta mungkin dapat menarik perhatian sesaat, namun hanya akhlak yang mulia yang dapat memenangkan hati secara tulus dan berkelanjutan.
📌 POIN-POIN PEMBAHASAN
1. Hakikat Harta dan Tahta dalam Islam
- الْمَالُ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Al-mālu zīnatul hayātid dunyā
"Harta adalah perhiasan kehidupan dunia."
- الْجَاهُ مَطْلُوبٌ لِكَيْ لاَ يُهَانَ الْمُسْلِمُ
Al-jāhu maṭlūbun likay lā yuhānal muslim
"Jabatan diperlukan agar seorang muslim tidak dihina."
Harta dan tahta dalam Islam bukan tujuan akhir, melainkan وَسِيْلَةٌ (wasīlah/sarana) untuk beribadah kepada Allah ﷻ.
2. Bahaya Cinta Harta dan Tahta
- حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
Hubbud dunyā ra'su kulli khaṭī'ah
"Cinta dunia adalah pokok segala kesalahan."¹
- مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ
Mā dzi'bāni jāi'āni ursilā fī ghanamin bi'afsada lahā min ḥirṣil mar'i 'alal māli wasy syarafi lidīnih
"Tidaklah dua serigala yang lapar yang dilepas pada sekawanan domba lebih merusaknya daripada kecintaan seseorang pada harta dan kedudukan terhadap agamanya."²
3. Keutamaan Akhlak Mulia
- إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Innamā bu'itsu li'utammima makārimal akhlāq
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."³
- أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Akmahul mu'minīna īmānan aḥsanuhum khuluqā
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya."⁴
4. Akhlak sebagai Penunduk Hati
- وَبِالرَّحْمَةِ مِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ
Wa bir-raḥmati minallāhi linta lahum
"Dan karena rahmat dari Allah-lah engkau berlaku lemah lembut kepada mereka."⁵
- فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
Fabimā raḥmatin minallāhi linta lahum wa law kunta faẓẓan ghalīẓal qalbi lanfaddū min ḥaulik
"Maka karena rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka menjauh darimu."⁶
📜 DALIL-DALIL PENDUKUNG
Dalil Al-Qur'an:
۞ قُلْ إِنِّيْ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ
Qul innī umirtu an a'budallāha mukhliṣan lahud dīn
"Katakanlah: Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 11)⁷
۞ وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا
Wa'taṣimū biḥablillāhi jamī'an wa lā tafarraqū
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (QS. Ali Imran: 103)⁸
۞ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ
Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil 'ālamīn
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107)⁹
Dalil Hadits:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا»
'An 'Abdillāhi bin 'Amrin raḍiyallāhu 'anhumā qāla: qāla Rasūlullāhi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam: "Inna min aḥabbikum ilayya wa aqrabikum minnī majlisan yaumal qiyāmati aḥāsinukum akhlāqā"
"Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.'"¹⁰
💡 KESIMPULAN
1. Harta dan tahta adalah فِتْنَةٌ (fitnah/ujian), bukan tujuan hidup.
2. Akhlak mulia adalah دَعْوَةٌ صَامِتَةٌ (da'wah ṣāmitah/dakwah tanpa kata) yang paling efektif.
3. Hati manusia hanya dapat ditundukkan dengan اللِّينُ وَالرَّحْمَةُ (al-līnu war-raḥmah/kelembutan dan kasih sayang).
4. Seorang dai harus menghiasi diri dengan الصِّدْقُ وَالْأَمَانَةُ (aṣ-ṣidqu wal-amānah/kejujuran dan kepercayaan).
📝 FOOTNOTE
¹ HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman, no. 2351.
² HR. Tirmidzi, no. 2376; Ibnu Majah, no. 3966.
³ HR. Ahmad, no. 8729; Al-Baihaqi, no. 21270.
⁴ HR. Ahmad, no. 7350.
⁵ QS. Ali Imran: 159.
⁶ QS. Ali Imran: 159.
⁷ QS. Az-Zumar: 11.
⁸ QS. Ali Imran: 103.
⁹ QS. Al-Anbiya: 107.
¹⁰ HR. Tirmidzi, no. 2018; Ibnu Hibban, no. 477.
─────────────────────────────────────────────
Wallahu a'lam bish shawab
DRS. HAMZAH JOHAN


Posting Komentar