Puncak Kebahagiaan Bertemu dengan Allah

Puncak Kebahagiaan Bertemu dengan Allah

BERILMU PENGETAHUAN

 

Oleh: Drs. Hamzah Johan Al-Batahany

(Az-Zumar:9 & Al-Anbiyaa' : 7)


قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَاب ِ (9)
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (7
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az-Zumar: 9)
maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (Al-Anbiyaa’ :7)

448

FADHILAH MENUNTUT ILMU


Dalam hadits riwayat Ar-Rabii’ disebutkan;
تَعَلَّمُ العِلْمَ فَاِنَّ تَعَلُّمَهُ قُرْبَةٌ اِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ  : Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla, dan mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia. Ilmu pengetahuan keindahan bagi ahlinya di dunia  dan di akhirat



“Barang siapa merintis jalan mencari  ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga” (HR. Muslim)



“ Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan taman-taman surga itu ?” Nabi SAW menjawab, مَجَالِسُ العِلْمِ “Majlis-majlis Ta’lim”. (HR. Ath-Thobrani)

PERBEDAAN SIFAT ORANG YANG BERILMU DENGAN YANG TAK BERILMU


1. Orang berilmu :Mencari Kebenaran,              Yang tak berilmu: Mencari Kemenangan
2. Orang berilmu : Bersifat Toleransi,                 Yang tak berilmu: Bersifat Emosi
3. Orang berilmu : Fanatik Agama                                 Yang tak berilmu: Fanatik Golongan
4. Orang berilmu : Sibuk berbekal akhirat                      Yang tak berilmu: Sibuk berbekal dunia
5. Orang berilmu : Bersifat Tawadhu’                Yang tak berilmu: Bersifat Sombong
6. Orang berilmu : Ingat dg jasa-jasa gurunya    Yang tak berilmu: Lupa dengan gurunya




  Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Tidak boleh iri hati kecuali terhadap dua perkara iaitu terhadap seseorang yang dikurniakan oleh Allah harta kekayaan tapi dia memanfaatkannya untuk urusan kebenaran (kebaikan). Juga seseorang yang diberikan ilmu pengetahuan oleh Allah lalu dia memanfaatkannya (dengan kebenaran) serta mengajarkannya kepada orang lain *